Fresh Graduate, Ayo Belajar Bisnis Daripada Nganggur

berbagi di:
unnamed
Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih terus berlangsung. Banyak perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran. Mereka memilih menahan penerimaan karyawan baru, bahan tak sedikit yang melakukan PHK.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), ada sekitar 3,5 juta lebih pegawai yang terkena PHK di tengah pandemi.
Kondisi ini tentu akan membuat persaingan lapangan pekerjaan semakin sempit. Termasuk para lulusan baru atau fresh graduate. Fresh graduate harus bersaing dengan para korban PHK untuk memperebutkan posisi yang sangat terbatas.
Daripada menganggur dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya para fresh graduate mencoba membuka usaha.
Salah satu Pengusaha sekaligus Konsultan Bisnis, Jaya Setiabudi menyarankan, fresh graduate yang ingin memulai usaha di tengah pandemi sebaiknya belajar cara menjual produk atau selling skill.
“Pertama pelajari how to survive (dengan) tangan kosong yaitu selling, jadi harus bisa menjual. Orang yang bisa menjual (memiliki daya) survive tinggi,” seperti dikutip VN dari Kumpara.com, Kamis (15/10).
Pria yang akrab dipanggil Mas Jay menambahkan, selling merupakan ilmu untuk mengkomunikasikan kelebihan produk kita kepada konsumen. Ini adalah modal dasar bagi orang-orang yang ingin memulai usaha.
“Selebihnya kalau mau jualan kita harus ngerti orang butuhnya apa, kita provide kalau ada kompetitor apa kelebihan kita,” sambungnya.
Setelah belajar cara menjual, Mas Jay juga menekankan pada action. Jika persoalan adalah modal, ada opsi yang dapat dimanfaatkan yaitu menjadi dropshipper.
“Jualan menjanjikan kebutuhan pokok selalu dibutuhkan, pandemi ini sebetulnya perekonomian tidak parah-parah banget duitnya enggak hilang, berpindah tangan, lha tangannya siapa yang lagi laris. Contoh RS (Rumah Sakit) lagi laris, maka kita jualan di samping RS. Kita itu musuhnya 2, COVID-19 dan kemiskinan,” bebernya.
AsiaCommerce atau salah satu layanan e-commerce menyarankan beberapa produk yang laris di tengah pandemi seperti sarung tangan medis, hazmat suit, obat-obatan, hand sanitizer, masker, sayur, buah, rempah-rempah, alat olahraga, alat-alat kecantikan, perabotan rumah tangan, dan aksesoris gaming. (kump)