Gadai dan Tabungan Emas Meningkat Selama Pandemi

berbagi di:
img-20210305-wa0021

Ilustrasi gadai emas di Pegadaian.

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
SELAMA pandemi Covid-19, trend gadai emas dan tabungan emas mengalami peningkatan.

“Tren gadai meningkat cukup signifikan di tengah pandemi. Tahun lalu kami mencapai hingga 110 persen,” ujar Kepala Departemen Non Gadai, Demsi Bedda, kepada VN, Jumat (5/3).

Menurutnya, aktivitas gadai kebanyakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif jangka pendek. Oleh karena itu, nasabah yang melakukan gadai baik emas maupun barang lainnya sangat meningkat di tengah pandemi. Apalagi saat ini harga emas 1 gram mencapai Rp 800 ribu lebih.

“Tahun lalu kami mencapai target di atas 100% itu karena ditopang dari produk gadai. Untuk produk ekonomi mikro memang bertumbuh tapi agak lambat. Bertumbuh tapi tidak seperti sebelumnya karena situasi dan keadaan, sedangkan kalau produk gadai itu kebutuhan jangka pendek dan konsumtif sehingga orang di masa sulit ini ketika punya barang, emas bisa digadaikan,” paparnya.

Selain trend gadai emas, saat ini trend tabungan emas juga mengalami kenaikan. Produk Tabungan emas sendiri merupakan produk Pegadaian yang memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya.

Menurutnya, untuk memperoleh tabungan emas persyaratannya cukup mudah hanya dengan menggunakan KTP, nasabah sudah dapat membuka tabungan emas dan melakukan pembelian tabungan emas mulai dari 0.01 gram.

“Tabungan emas ini kita membeli emas dengan cara yang paling murah. Biasanya kita mau beli emas batangan atau logam mulia kita harus beli yang 1 gram atau 2 gram. Kalau tabungan emas ini kita bisa beli 0,01 gram harganya Rp10 ribuan. Jadi kita bisa beli emas pecahan paling terkecil dengan biaya paling murah,” jelas Demsi.

Menurutnya memiliki tabungan emas sama halnya dengan kita memiliki tabungan di bank. Namun tabungan di bank kita menabung uang, saldonya uang, sedangkan untuk tabungan emas, kita menabung uang saldonya adalah emas.

“Sama halnya seperti kita menabung di bank dimana kita menabung uang uang tapi untuk tabungan emas kita menabung uang saldonya emas. Jadi ini programnya nabung emas dengan pecahan paling kecil. Karena kalau kita beli emas secara fisik maka kita harus membeli 1 gram atau 2 gram tetapi dengan tabungan emas ini kita bisa beli dengan pecahan gram paling kecil yakni 0.01 gram,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa memiliki tabungan emas sama halnya kita berinvestasi sehingga tidak ada batasan berapa lama nasabah harus berinvestasi dan tidak diberikan target harus menabung berapa gram. Tetapi tabungan emas ini disesuaikan dengan ketersediaan dana yang dimiliki nasabah sehingga berapa saja uang yang dimiliki nasabah bisa ditabung dengan jumlah minimal.

Apabila dengan berjalannya waktu nasabah tersebut membutuhkan uang maka tabungan emasnya itu bisa ia uangkan atau digadai. “Jadi konsepnya bisa gadai tabungan emas. Kalau dulu orang gadai emas harus bawa barang dulu setelah itu ditaksir baru dapat uang, kalau sekarang punya tabungan emas dan butuh uang maka bisa digadaikan,” paparnya lagi.

Fransiska Nggarang, salah satu nasabah yang di temui VN di Pegadaim Unit Penfui mengatakan bahwa kebiasaan menggadaikan emas di pegadaian bukan hanya ia lakukan sejak adanya Pendemi tetapi sudah berlangsung sejak lama.

Menurutnya uang dari hasil gadai emas di pegadaian, awalnya ia gunakan untuk membuka usaha jualan nasi kuning di pasar Penfui. Menurutnya ia lebih memilih untuk menggadaikan emas ketimbang harus meminjam di koperasi maupun bank.

“Awalnya itu punya emas 2 gram, jadi saya gadai di pegadain untuk tambah modal buka usaha jualan nasi kuning dan tambah bayar uang sekolah anak. Keuntungan dari jualan itu saya pakai bayar cicilannya,” ujarnya menceritakan awal mula ia mulai menggunakan program gadai emas di pegadain.

Program gadai emas menurutnya juga sangat membantunya di tengah situasi pandemi saat ini. “Apalagi sejak Corona usaha kita kadang sepi dan bahkan kadang tidak jualan sama sekali. Kalau tidak jualan maka tidak ada uang untuk bayar cicilan. Tetapi puji Tuhan Pegadaian memberikan kami kebijakan untuk bisa menunda pembayaran. Program ini sangat bagus untuk membantu kita masyarakat kecil di tengah situasi sulit saat ini,” tuturnya. (Yan/ol)