Garuda Alami Kerugian akibat Covid-19

berbagi di:
garuda
ISI BAHAN BAKAR: Maskapai Garuda Indonesia sedang mengisi bahan bakar di Bandara El Tari Kupang, kematin. (Foto:Sinta Tapobali)
Sinta Tapobali
SALES and Service Manager for Kupang PT Garuda Indonesia, I Made Agus Mertha Yasa, yang ditemui VN,  Rabu (29/7) pagi menjelaskan bahwa akibat pandemi Covid-19 penerbangan maskapai Garuda Indonesia sempat terhenti di awal Mei lalu. Sehingga pihak maskapai mengalami kerugian yang besar.
Namun, Garuda sendiri mempunyai beban moril untuk tetap beroperasi, apabila terhenti maka koneksi antar kota maupun kabupaten di NTT akan lumpuh pasalnya, hampir semua pasokan kebutuhan yang ada di NTT berasal dari luar daerah.
Guna mengantisipasi hal ini,  bulan Mei Garuda membuat nama ‘extra flight kargo’  untuk tetap membantu masyarakat NTT dalam mengirim berbagai komoditi.
“Kalau dihitung itu kita masih rugi waktu itu tetapi kita tetap terbang. Pada awal Mei banyak komoditi NTT yang bisa kita kirim sehingga Garuda juga lumayan mendapatkan revenue. Extra flight cargo ini dibuat lima kali seminggu karena waktu itu tidak boleh muat penumpang jadi kita buatlah extra flight Cargo,” ceritanya.
Memasuki era ‘New normal life’ pada Juni maskapai Garuda Indonesia mulai beroperasi. Akan tetapi, perusahan plat merah tersebut masih juga mengalami kerugian karena adanya pembatasan seat hanya 50 persen dari penerbangan normal.
Kendati demikian, Garuda tetap beroperasi dan telah membuka semua rute penerbangan dari Kupang ke luar NTT. Khusus untuk penerbangan dalam wilayah NTT, Garuda sedang mengajukan permohonan untuk dibukanya kembali penerbangan ke Labuan Bajo pada pertengahan Agustus mendatang.
Ia juga memastikan bahwa masyarakat NTT  yang ingin berpergian menggunakan maskapai Garuda sangat terjamin kesehatan, keselamatan dan kenyamanannya. Sehingga tak perlu takut dan cemas karena maskapai ini siap memberikan pelayanan terbaik. (yan/ol)