Gasak 40 Motor, Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

berbagi di:
20190930_123823

 

 

Gusty Amsikan

Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur berhasil mengamankan tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 40 unit motor yang selama ini meresahkan warga.
Mereka adalah AH< GBK> dan OOL. Dua dari tiga pelaku terpaksa harus dilumpuhkan menggunakan timah panas karena melawan petugas.

Berdasarkan pengakuan pelaku, tercatat sekitar 40 unit motor milik warga di wilayah Kabupaten TTU dijual ke wilayah Oecusse-RDTL.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto dalam konferensi pers yang digelar Mapolres TTU, Senin (30/9), didampingi Kasat Reskrim Polres TTU, AKP.Tatang Prajitno Panjaitan dan sejumlah anggota satuan Reskrim Polres TTU mengatakan aksi curanmor tersebut tergolong dalam aksi pencurian kendaraan lintas negara.

Aksi tersebut kerap luput dari pantauan aparat keamanan mengingat garis batas darat antara RI-RDTL di wilayah TTU sangatlah panjang. Para pelaku langsung menemui penadah di wilayah Oecusse dan melakukan transaksi jual beli. Diduga kuat ada komunikasi jaringan antara pelaku curanmor di Indonesia dan penadah di Oecusse-RDTL. Berdasarkan pengakuan para pelaku, satu unit motor dijual ke penadah dengan harga Rp 500.000.

Menurut Budhiaswanto, pelaku AH diamankan 7 September 2019 lalu saat sedang melakukan aksi curanmor di Bijaesunan. Pihaknya mengantongi laporan dari masyarakat dan langsung melakukan pengejaran serta penangkapan terhadap pelaku. Sementara pelaku FBK dan OOL ditangkap di kediaman mereka. Pada saat penangkapan, kedua pelaku melawan petugas dan berupaya kabur, sehingga pihaknya terpaksa harus melumpuhkan dua dari tiga orang pelaku tersebut, yakni AH dan OOL dengan menggunakan timah panas.

Menurutnya, maraknya praktik penyelundupan dan penjualan motor hasil curian di wilayah perbatasan bukan karena lemahnya pengawasan. Faktor penyebab utama adalah luasnya ruang terbuka di perbatasan yang memungkinkan masuknya kendaraan lewat darat. Selain itu, terbatasnya jumlah personil yang melakukan pengamanan di sepanjang garis batas pun membuka peluang bagi para pelaku untuk melakukan penyelundupan ke wilayah RDTL.

Budhiaswanto mengaku telah melakukan koordinasi bersama kepolisian Distrik Oecusse terkait permasalahan tersebut. Ia berharap ke depannya ada kerjasama antara Polri dan PNTL untuk antisipasi kasus serupan.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan mengatakan sejumlah barang bukti diamankan yakni  lima unit sepeda motor, jacket, helm, senter komplang, pisau untuk memutus kabel dan ketapel yang digunakan untuk melawan jika aksi mereka dipergoki massa, serta STNK kendaraan yang digunakan oleh para pelaku. Jumlah laporan polisi terkait curanmor yang diterima pihaknya sejak 2018 hingga saat ini mencapai 47 laporan polisi.

Sejauh ini, pihak kepolisian sedang memburu tiga pelaku curanmor lainnya yang masih buron. Identitas ketiga pelaku curanmor telah dikantongi pihak kepolisian dan saat ini tengah dalam pengejaran. Ketiga pelaku tersebut berasal dari TTU dan Oecusse.(bev/ol)