Gaya Hidup Yang Buruk Berkontribusi Pada Peningkatan Kasus Demensia

Yance Jengamal
- Sabtu, 15 Januari 2022 | 07:19 WIB
Penderita demensia membutuhkan dukungan fisik dan mental dari keluarga terdekat. (Dok.indotrend.com)
Penderita demensia membutuhkan dukungan fisik dan mental dari keluarga terdekat. (Dok.indotrend.com)

Demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya.

Demensia saat ini menjadi penyebab kematian ketujuh di Dunia. Para ahli pun khawatir gaya hidup yang buruk seperti tingginya tingkat merokok, obesitas, diabetes serta penuaan dan populasi yang bertambah berkontribusi signifikan bagi peningkatan kasus demensia secara global.

Dikutip dari Indotren.com dengan judul "Secara global kasus demensia akan melonjak tiga kali lipat", Studi yang diterbitkan pada Kamis 6 Januari 2022, mengklaim, dalam 30 tahun, jumlah orang yang hidup dengan penyakit itu bisa tiga kali lipat.

Baca Juga: Cegah Demam Berdarah, Kelurahan Penfui Komit Galakkan Jumat Bersih

Satu analisis yang dilakukan untuk Global Burden of Disease Study, yang mengamati 195 negara, menemukan bahwa sejumlah faktor risiko memerlukan langkah-langkah mendesak untuk mencegah kenaikan yang diprediksi terjadi.

Para ahli pun khawatir gaya hidup berkontribusi bagi peningkatan kasus demensia secara global.

Studi juga memprediksi Afrika Utara dan Timur Tengah akan mengalami peningkatan demensia terbesar di kawasan mana pun pada tahun 2050, dengan kasus meningkat dari sekitar tiga juta menjadi hampir 14 juta. Sementara Inggris akan mengalami pertumbuhan terkecil, dari sekitar 907.000 menjadi 1,6 juta.

Baca Juga: Viral, Siswi SMKN 2 Kupang Pesta Miras dan Merokok di Sekolah

“Kita perlu lebih fokus pada pencegahan dan pengendalian faktor risiko sebelum mereka mengakibatkan demensia,” kata Emma Nichols, peneliti utama studi tersebut.

Nichols menambahkan, untuk menghindari dampak terbesar, pemerintah perlu mengurangi paparan bahan utama faktor risiko di setiap negara. Bahkan kemajuan sederhana dalam mencegah demensia atau menunda perkembangannya akan memberikan hasil yang luar biasa.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Terkini

Manajer Ditangkap Polisi, BCL Justru Menghilang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:06 WIB

Nikita Mirzani Jalani Wajib Lapor yang Ketiga Kali

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:22 WIB

UNIK!! Keluarga Bule Jerman Fasih Berbahasa Jawa

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:41 WIB

Jason Momoa, Aktor Tampan Amerika Jadi Pramugara

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:12 WIB
X