Gempa Guncang Lembata, Rumah Warga Rusak

berbagi di:
Rumah warga rusak akibat gempa

Hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017 pukul 06.23.47 Wita, wilayah Lembata dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG yang diterima VN melalui rilisnya menunjukan gempa bumi yang terjadi berkekuatan 4.9 skala richter.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang, Hasanudin menjelaskan pusat gempa bumi berada di darat  23 km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.26 LS dan 123.47 BT di darat pada kedalaman 10 km.

Rumah warga rusak akibat gempa

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau III-IV skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah LEMBATA dan sekitarnya, kemudian berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG getaran gempa bumi dirasakan II SIG-BMKG (III-IV MMI) di wilayah Lembata, Adonara II SIG-BMKG (III-IV MMI), dan Larantuka II SIG-BMKG (III-IV MMI).

Rumah warga rusak akibat gempa

Menurutnya, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi tektonik akibat sesar aktif di sekitar Lembata sehingga memicu terjadinya gempa bumi.

Terkait dengan peristiwa gempa bumi Lembata yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun pada pukul 07:03 Wita belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami, dikarenakan pusat gempabumi berada di darat.

Rumah warga rusak akibat gempa
Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi gempa susulan dari BMKG namun ada masyarakat yang sudah mulai dievakuasi. Beberapa rumah warga pun rusak akibat gempa.

Ia menambahkan status gunung api Ile Lewotolok masih berada pada level II dan belum ada peningkatan.

Kondisi yang terjadi saat ini bukan karena aktivitas gunung tetatpi karena gempa tektonik yang sudah berlangsung sejak hari Senin lalu terutama gempa yang cukup kuat pagi tadi.

Rumah warga rusak akibat gempa
Sementara Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan saat ini warga di beberapa desa sudah mengungsi ke Kantor Camat Ile Ape, terutama desa-desa dengan topografi kemiringann ekstrim seperti Desa Waimatan, Lamagute, Napasabok, Mawa, dan Bungamuda.

Saat ini sudah ada 18 kepala keluarga (KK) yang tertampung di rujab bupati Lembata yang lama dengan jumlah jiwa 57 orang. Sementara di Kantor Camat Ile Ape terdapat 93 KK dengan jumlah 453 orang (info Camat Ile Ape) sedangkan yang tertampung di Kantor Camat Ile Ape Timur mencaopai 161 jiwa. (beverly/ol)