Gempa Kembali Guncang Lembata

berbagi di:
rumah terkena dampak gempa di Lembata, NTT

 

 

Hieronimus Bokilia

Gempa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali terjadi pada Rabu (11/10) pada pukul 07.11 Wita dengan magnitude getaran 4,9 Skala Richter (SR) dan kedalaman 10 kilometer dengan lokasi gempa berada di 8,23 Lintang Selatan dan 123,37 Bujur Timur dengan pusat gempa berada di laut 29 kilometer barat laut Lembata. Gempa yang terjadi menyebabkan para pengungsi berhamburan kekuar rujab Bupati Lembata dan tak mau kembali ke ruangan. Para pengungsi kemudian menempati tenda-tenda pengungsi yang telah dibangun tentara dari Koramil Lembata.

Rumah warga rusak akibat gempa
Rumah warga rusak akibat gempa

Pantauan VN di lokasi, para pengungsi enggan tinggal di dalam gedung. Mereka membawa semua barang bawaan keluar gedung sambil menunggu pembangunan tenda. Para pengungsi duduk di halaman dan ebang (rumah panggung beratap daun ilalang) di depan rujab. Setelah para tentara dan Tagana membangun tenda, para pengungsi langsung menyusun kardus bekas sebagai alas tidur di tenda dan mulai menempati tenda pengungsian.

Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

 

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Lembata Aloysius Buto kepada VN di lokasi pengungsian menjelaskan, hingga saat ini jumlah pengungsi di rujab Bupati Lembata mencapai 537. Sebagian besar berasal dari tiga desa yakni Desa Lamawolo, Napasabok, dan Waimatan.

Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

“Kita masih kirim dua dump truck untuk jemput warga di dua desa yakni Lamawolo dan Waimatan,” kata Buto.

Ia mengatakan, masih banyak warga di daerah rawan bencana yang saat ini terus diupayakan untuk dievakuasi dan menempati tenda yang telah disiapkan.

Warga dari beberapa desa rawan bencana dievakuasi.
Warga dari beberapa desa rawan bencana dievakuasi.

Ia mengakui sebenarnya jumlah pengungsi sudah lebih dari 600 jiwa, hanya ada di antara mereka yang tidak menempati lokasi penampungan karena telah dijemput keluarganya di Lewoleba dan tinggal di rumah keluarga.