GKS Jemaat Umamapu Rayakan Minggu Palma

berbagi di:
img-20190414-wa0022

Inilah prosesi perarakan Minggu Palma yang dilakukan jemaat GKS Umamapu sebagai awal dari rangkaian ibadah Minggu (14/4) di gereja tersebut. Tampak Ketua Majelis Jemaat GKS Umamapu Pdt Roni Rihi Kale Djami, STh menunggang kuda dan jemaat membentangkan daun palma sepanjang jalan menuju gereja tersebut. Foto: Frangky Johanis/VN

 

 

Frangky Johannis

Jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Umamapu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur merayakan Minggu Palma sebagai rangkaian ibadah Minggu (14/4) di gereja tersebut.

Prosesi Minggu Palma diawali perarakan memperagakan Yesus menunggang seekor keledai masuk ke Kota Yerusalem, yang diperankan Ketua Majelis Jemaat GKS Umamapu Pdt Roni Rihi Kale Djami, STh dari Patung Sapi ke gereja tersebut, yang berjarak lebih kurang 500 meter sebelum dilaksanakan kegiatan ibadah rutin Minggu pagi.

Pantauan VN, seluruh jemaat mengenakan pakaian adat khas etnis Sumba Timur, Sumba Barat, Timor, Rote, dan Sabu, sesuai suku masing-masing, yang menggambarkan keberagaman namun tetap satu dalam jalinan kebersamaan.

Pdt Roni Rihi Kale Djami dalam khotbahnya mengatakan, Minggu Palma adalah hari raya Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah, yang merupakan perayaan masuknya Yesus ke Kota Yerusalem sebelum ia disalibkan lima hari kemudian.

Menurutnya, masuknya Yesus ke kota suci Yerusalem adalah hal yang istimewa karena terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian. “Itulah sebabnya Minggu Palma dimaknai sebagai pembuka pekan suci, yang merupakan pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem,” kata dia.

Dikatakan Pdt Roni, saat itu Yesus yang naik keledai dengan daun palma di tangan dilambai-lambaikan kepada para pengikut yang merindukan hadirnya sosok pemimpin yang sederhana dan melayani dengan tulus kala itu. Namun, yang terjadi kemudian adalah orang-orang yang sama pada lima hari kemudian menghujat, menolak, bahkan akhirnya menyalibkan Dia (Matius 21:1-11).

Bertolak dari kisah tersebut, kata Pdt Roni, Perayaan Minggu Palma dilakukan jemaat untuk menghayati kisah tersebut dan menjadi pelajaran agar jemaat Tuhan di GKS Umamapu selalu dapat menerima segala situasi yang baik ataupun tidak mengenakkan yang terjadi dalam hidup, seperti Yesus yang mampu melalui semua pujian dan hujatan itu dengan tabah hingga akhir.

Lambertus Klau, Pengurus Vokal Grup (VG) Eklesia GKS Umamapu kepada VN di sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan, ide pelaksanaan Prosesi Perarakan Minggu Palma ini diprakarsai VG Eklesia, VG Bukit Sion, dan Kaum Bapak untuk melaksanakan satu pola ibadah yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak monoton, memberikan nuansa, dan memberikan semangat baru bagi jemaat.

Menurutnya, setelah ide ini disampaikan kepada pendeta dan Majelis Jemaat untuk meminta pertimbangan teologis apakah bisa dilaksanakan atau tidak, ternyata hal tersebut tidak bertentangan dengan firman Tuhan dan tata gereja, sehingga dilaksanakanlah kegiatan ini.

img-20190414-wa0020

“Kami menggantikan keledai dengan seekor kuda yang jinak dan ditunggangi Pak Pendeta dalam prosesi,” katanya.

Ner Radja, Pengurus Vokal Grup Bukit Sion menambahkan, prosesi ini merupakan inovasi yang dapat menggugah semangat jemaat untuk beribadah. “Ini diharapkan akan menjadi tata ibadah alternatif yang bisa lebih menggairahkan jemaat untuk beribadah,” katanya singkat yang diamini Abraham Siahanenia, Pengurus Kaum Bapak GKS Umamapu.

Ketua Komisi Hari Raya Gerejawi GKS Umamapu Yudi Aries Mulik mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena melibatkan semua komisi pelayanan serta jemaat dari seluruh lingkungan GKS Umamapu, sehingga tercipta semangat persatuan dalam menyambut Paskah.

“Kami berharap kegiatan Prosesi Perarakan Minggu Palma ini akan dipertahankan sebagai agenda tahunan GKS Umamapu ke depan. Kami juga berterima kasih kepada jajaran pelayan dan seluruh jemaat yang mendukung terlaksananya kegiatan inovatif yang akan menjadi pembelajaran bagi generasi muda gereja ke depan,” pungkasnya. (bev/ol)