GMNI Minta Kapolda Pecat Kapolsek Sabu Barat

berbagi di:
img-20200214-wa0006

 

 

Kekson Salukh

Menanggapi lambatnya penanganan kasus penggrebekan bahan bakar premium sebanyak 5 ton yang diduga dilakukan Kapolsek Sabu Barat, Kompol Samuel Simbolon, maka Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kupang menggelar aksi di Mapolda NTT, Jumat, (24/2) siang.

Pantauan VN, aksi dimulai pukul 10.00 Wita diikuti puluhan massa aksi. Massa membawa spanduk bertuliskan “Pecat Kapolsek Sabu Barat”, “Save BBM Sarai”, “Kado Valentine untuk Kapolda NTT pecat Kapolsek Sabu Barat”, “Stop harga musiman” dan “Kapolda NTT jangan menutup mata”.

Masa juga membawa sejumlah bendera organisasi GMNI.

Koordinator Lapangan, Barto Tasoin dalam orasinya meminta Kapolda NTT, Hamidin untuk memcat Kapolsek Sabu Barat dan Kapolres Sarai lantaran dinilai lambat dalam menyelesaikan kasus dugaan mafia migas itu.

Selain itu, Barto juga meminta Kapolda NTT untuk mengambil alih penanganan kasus yang menyedot perhatian publik beberapa hari terakhir ini.

“Ini adalah bukti kebobrokan pihak kepolisian yang menunjukkan suatu masalah urgen bagi masyarakat NTT khususnya Sabu Raijua. Kami menduga ada konspirasi di tubuh kepolisian untuk mengamankan kasus ini. Kapolda NTT harus menuntaskan kasus ini jangan tutup mata,” tandas Barto.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi sedang melakukan aksi di gerbang masuk markas kepolisian daerah (Mapolda) NTT. (bev/ol)