GP NasDem NTT Tegaskan tak Ada Kompromi bagi Pengganggu NKRI

berbagi di:
RAKERWIL GP NASDEM NTT - Garda Pemuda (GP) NasDem Nusa Tenggara Timur mengelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kupang, Sabtu (21/11). FOTO, GP NasDem NTT, Yusak Benu.

 

Suasana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Garda Pemuda (GP) NasDem Provinsi NTT di Kupang, kemarin. Foto: mediaindonesia.com

 

 

GARDA Pemuda (GP) NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelar rapat kerja wilayah di Kupang, Sabtu (21/11). Rapat kerja itu membahas berbagai hal antara lain strategi pemenangan pasangan calon yang diusung Partai NasDem di pilkada 9 Desember 2020 dan memperteguh komitmen kebangsaan kader GP NasDem NTT untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Bagi kader GP NasDem tidak ada kata kompromi bagi penggangu persatuan dan kesatuan bangsa,” Wakil Ketua Umum Garda Pemuda (GP) NasDem, Ivanhoe Semen saat menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Kegiatan dihadiri Pembina GP NasDem NTT Yusak Benu, Ketua DPW GP NasDem NTT Bobby Pitoby beserta jajaran kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Ivanhoe menegaskan, langkah Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang memerintahkan mencopot baliho dan spanduk Rizieq Shihab merupakan langkah yang tepat demi menjaga kondusivitas Ibu Kota.

“GP NasDem mendukung langkah Pangdam Jaya guna menjaga kondusiVitas Ibu Kota. Langkah tersebut adalah bentuk nyata hadirnya negara untuk menjaga dan melindungi rakyatnya,” lanjut Ivanhoe.

Dia mengajak seluruh anggota GP NasDem turun menjaga bangsa dan GP NasDem harus hadir sebagai garda terdepan menjaga keutuhan bangsa.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan semua pihak atau orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus taat hukum. Penegasan itu dilontarkan menyusul ramainya soal pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Kalau misal pasang baliho itu sudah jelas aturannya, ada bayar pajaknya. Tempatnya juga sudah ditentukan. Jadi, jangan seenaknya sendiri,” ujarnya seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Menurut dia, jangan seenaknya sendiri seakan-akan FPI yang paling benar. “Ndak, ndak ada. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur. Suka-sukanya sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya angkat bicara soal viralnya video pencopotan baliho raksasa Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh sejumlah pria berbaju loreng. Dudung menegaskan, pencopotan baliho raksasa itu atas perintahnya. (mic/E-1)