Gubernur Dinner bersama Kontingen Kempo NTT

berbagi di:
20191117_180739

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Chris Mboeik, staf khusus Gubernur Prof. Daniel Kameo, Ketua Pengprov Perkemi NTT, Eston Foenay, dan pelatih kepala Kempo NTT, George Hadjoh memberikan motivasi kepada para kenshi di Kelapa Resto Kupang, tadi malam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi prestasi para atlet kempo NTT yang berhasil meraih enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu dalam Pra PON 2019 di Banjar Baru Kalimantan Selatan.

Apresiasi itu disampaikan Gubernur VBL dalam pertemuannya dengan para atlet dan pelatih kempo di Kelapa Resto, Kupang, Minggu (17/11) malam.

Gubernur mengapresiasi prestasi yang luar biasa yang diraih kempo NTT. Prestasi demikian hanya bisa diperoleh dari kerja keras, dan disiplin latihan.

Gubernur juga mengapresiasi para pelatih yang konsisten membangun dan melatih para atlet hingga menjadi yang luar biasa.

“Ini semua dikerjakan dengat keras giat dan konsisten demi membangun generasi muda demi mengharumkan nama NTT,” katanya.
NTT yang kerap tak dianggap, kata dia, bisa memperlihatkan prestasi luar biasa dalam bidang olahraga, seni, kerohanian dan yang lainnya.

“Karena itu sebagai Gubernur saya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap semua yang turut membangun kempo sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun NTT.

20191117_180832

Gubernur menyatakan menaruh harapan besar kepada semua anak NTT untuk berprestasi secara luar biasa. Karena itu pihaknya akan mendorong agar kebutuhan olahraga ke depan akan ditingkatkan anggarannya, agar NTT bisa bersaing dalam bidang berolahraga.

“Saya tahu bahwa kempo NTT selama ini sangat membanggakan. Dan juga cabang olahraga lainnya. Karena itu saya memberi apresiasi untuk semua,” ucap VBL.

Ia pun berharap, ke depannya semua cabang olahraga di NTT mampu memberikan prestasi terbaik. VBL berharap agar apa yang sudah dicapai di Pra PON terus ditingkatkan hingga PON 2020 nantinya.

“Yang paling penting ialah dari semua prestasi adalah, harus memiliki sebuah harapan yang menang, dan sekali lagi kempo berhasil membanggakan seluruh masyarakat NTT dengan prestasi yang gemilang,” pungkasnya.

Ketua Perkemi NTT, Esthon Foenay kepada VN mengatakan, ia bangga atas yang telah diraih oleh kempo NTT di ajang Pra PON. “Para atlet yang dilatih ini disiplin dan memiliki loyalitas yang tinggi sehingga bisa mengharumkan nama NTT di ajang Pra PON,” katanya.

Dengan keterbatasan penghasilan para atlet kempo, lanjut Esthon, Provinsi NTT sejak kepemimpinan Gubernur Herman Musakabe mulai memberikan perhatian dalam bentuk hadiah yang pantas seperti rumah, uang dan juga diangkat menjadi PNS. “Ini membanggakan,” kata dia.

“Di mana ada prestasi, di situ ada apresiasi dan penghargaan,” tegasnya.

 

 

PON Papua
Pada September 2020 di Papua 2020 mendatang, para atlet akan pada bulan September akan ada para atlet akan mengikuti Pon XX di Papua. Dari 27 atlet kempo itu delapan di antaranya telah membanggakan NTT di ajang internasional dengan meraih kemenangan di California pada beberapa waktu lalu.

Hal ini, didasari oleh pelatihan yang baik dan solid antarpelatih dengan para atlet dan tidak terlepas pula dukungan doa dari seluruh masyarkat NTT.

Pelatih kepala Kempo, George Hadjoh mengatakan bahwa dalam PON 2020 latihan akan dilakukan lebih ketat lagi dari latihan menghadapi Pra PON, dengan dua pendekatan yang sama, yaitu teknik, strategi, taktik dan mental beserta pendekatan secara spiritual.

Kedua hal ini dilakukan, untuk menyadari kekuatan yang dapat itu sepenuhnya datang dari Tuhan. Karena itu ia meminta para atlet kempo agar tetap rendah hati.

Untuk itu dalam persiapan PON ke-XX nanti, dari 16 nomor yang diikuti kempo Ntt yang berhasil lolos ke PON 2020 ada 14 nomor yang diikuti 27 atlet kempo dan yang berhasil lolos PON 25 atlet.

Hal ini, berarti peluang NTT meraih medali cukup tinggi. Meski demikian, intensitas latihan harus ditingkatkan. Ketika mengikuti , Pra PON latihannya 2 kali sehari, maka dalam menghadapi PON ditingkatkan dengan 3 kali latihan per hari.

“Dapat tujuh emas di Pra PON itu karena latihannya 12 jam sehari, namun hal ini harus dilakukan sentralisasi yang penuh agar pengawasan dan pengawalan tiap atlet ini bisa dilakukan secara maksimal. Sebab latihan yang ketat bagaimanapun jika tidak diawasi dan dijaga maka akan mempengaruhi prestasi yang diraih,” jelasnya.

Sementara itu, Dewinda Verina Pinis, salah satu atlet yang berhasil mendapatkan dua medali emas pada Pra PON, kepada VN mengaku sangat senang atas prestasi yang diraih dan sekaligus mampu mempertahankan gelar dari tahun lalu. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada para pelatih dan juga tim yang bekerja sama dengan baik, sehingga prestasi yang diraih tidak menurun,” ujarnya.

Dia menegaskan untuk menghadapi PON 2020, latihan harus ditingkatkan baik disiplin maupun lamanya latihan. (mg-22/E-1)