Sampah Menumpuk, Gubernur NTT Ikut Pilih Sampah

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 
Komitmen Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam memerangi sampah di Kota Kupang, terus ditunjukkannya melalui tindakan nyata di lapangan. Pada Minggu (27/1) kemarin, Gubernur VBL bersama warga Jalan Thamrin, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, membersihkan sampah.

Saat itu, Gubernur VBL melintas di Jalan Thamrin usai bersama istri dan putra sulungnya Leon mengikuti ibadah di gereja. Saat itu, ia melihat ada bak sampah di pinggir jalan dekat gedung BLK NTT yang penuh sampah bahkan sampai meluber dari bak sampah.

VBL meminta sopir menghentikan kendaraan dan turun memantau. Meski tampak rapi mengenakan kemeja putih, celana hitam dan sepatu, VBL tak segan masuk dan memungut sendiri sampah yang beraroma busuk. Ia juga meminta warga sekitar ikut membersihkan. Walaupun sudah diberi contoh, beberapa warga lain tampak belum juga mengangkat sampah. VBL pun dengan tegas kembali memanggil warga untuk segera bersama mengangkut sampah.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

“Tidak ada yang salah. Jangan saling menyalahkan. Kita tidak perlu ribut-ribut. Kota ini kota kita bersama, mari kita sama-sama bersihkan,” ucap Gubernur VBL saat Kadis Yeri Kana menghampiri Gubernur VBL yang sedang bersama warga dan anggota rombongan mengangkut sampah ke atas truk.

Yeri baru saja tiba setelah mendapat informasi bahwa Gubernur VBL sedang berada di lokasi.

Kepada Kadis Yeri Kana, VBL meminta agar mendata restaurant, rumah-rumah makan dan hotel untuk diwajibkan memiliki tempat sampah dan menyiapkan mobil sendiri untuk mengangkut sampah. Jika tidak patuh, harus beri teguran.

“Tanyakan kepada pihak terkait apakah memiliki tempat sampah atau tidak. Kalau tidak ada, beri teguran. Kamu punya wewenang untuk itu,” katanya kepada Yeri.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

VBL meminta Yeri rutin mengecek bak-bak sampah atau tempat pembuangan sampah sementara yang ada, agar tidak menumpuk.

Kepada warga setempat yang ikut aksi pembersihan sampah itu, VBL meminta agar setiap rumah menyediakan tempat sampah dan saat hendak dibuang ke tempat sampah umum, sampah harus dibungkus dengan baik agar tidak berserakan.

Yulianus Amalo, Ketua RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, kepada Gubernur VBL, mengatakan tumpukan sampah di bak sampah tersebut berasal dari rumah makan yang berada di sekitar Kantor Bank NTT dan di seputaran kantor Dinas Perindustran.

“Tempat sampah ini sebenarnya khusus untuk warga RT 42/RW 11 Kelurahan Oebufu. Tetapi karena banyak tempat sampah yang sudah dirusakkan atau dihancurkan, maka harga yang bukan sini juga datang buang sampah di sini. Kita sudah berusaha larang, terutama yang dari rumah-rumah makan, tetapi mereka datang malam-malam baru buang di sini, Pak,” keluhnya.

Pantauan VN, meski Kadis Kebersihan Kota, Yeri Kana sudah ada di lokasi, Gubernur VBL tetap bertahan bersama-sama warga terus mengangkat sampah ke atas truk, sampah seluruh sampah di bak tersebut kosong.

Setelah truk sampah membawa sampah ke TPA, sebuah mobil tangki air yang kebetulan melintas pun ditahan. Atas permintaan Gubernur VBL, sopir mobil tersebut diminta menyiram bak sampah tersebut hingga bersih dan tak ada lagi bau busuk yang menyegat.

Gubernur VBL sendiri berada di lokasi sampai mobil tangki air tersebut membersihkan bak sampah tersebut hingga bersih, barulah Gubernur VBL dan rombongan meninggalkan lokasi.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama warga di seputaran Jalan Thamrin, khususnya di RT 42/RW 11, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, memindahkan sampah dari bak ke truk, kemarin siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Pantauan VN, usai VBL meninggalkan lokasi, Kadis Yeri Kana pun mengumpulkan petugas pembersih sampah untuk diberikan arahan. Dia meminta mereka menyisir seluruh bak sampah yang ada dan jika masih ada sampah agar langsung diangkut ke TPA.

“Bapak Gubernur sudah marah saya tadi. Jadi saya berharap kalian segera pantau tempat sampah dan angkut sampah-sampah yang belum diangkut,” ujarnya. (mg-08/D-1)