Gubernur Sampai Kepala Desa Harus Sepaham Bangun NTT

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan arahan dalam Rapat Kerja dengan para bupati/wali kota Region I yang meliputi Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, serta para camat dan kepala desa/lurah di wilayah-wilayah tersebut. Raker berlangsung di Millenium Ball Room Kupang, Selasa (4/12). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan arahan dalam Rapat Kerja dengan para bupati/wali kota Region I yang meliputi Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, serta para camat dan kepala desa/lurah di wilayah-wilayah tersebut. Raker berlangsung di Millenium Ball Room Kupang, Selasa (4/12). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, pemimpin mulai dari gubernur hingga kepala desa harus sepaham dalam membangun NTT ke depan. Hanya dengan komitmen itu, NTT bisa keluar dari ketertinggalan yang selama ini menjadi stigma buruk NTT.

Sebab, dengan mimpi besar NTT bangkit menuju sejahtera, mimpi itu tidak bisa diwujudkan jika para pelaksana lapangan itu lebih banyak “tenganga” (bengong) dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, serta etos kerja dan disiplin masih rendah.

“Karena itu, hari ini kita berkumpul untuk bertanya pada diri kita apakah sudah disiplin atau belum? Supaya kita bangun pemahaman agar di pertemuan yang ketiga dan masih ada bupati/wali kota, camat, kepala desa atau lurah yang belum sepaham dalam membangun NTT, maka Gubernur akan main paksa,” tegasnya dalam Rapat Kerja dengan para bupati/wali kota Region I yang meliputi Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, serta para camat dan kepala desa/lurah di wilayah-wilayah tersebut. Raker berlangsung di Millenium Ball Room Kupang, Selasa (4/12).

Menurutnya, wilayah ini terlalu lama tidur sehingga seluruh pemimpin tidak boleh bekerja asal-asalan. Dia meminta para bupati/wali kota agar harus menyelaraskan RPJMD-nya dengan garis kebijakan Pemprov.

“RPJMD provinsi, kabupaten/kota harus terukur, sumberdaya manusianya seperti apa, dan berapa lama kerja, serta semua potensi harus dapat dipetakan dengan baik untuk dimanfaatkan. Sehingga pertemuan seperti ini sangat penting karena kita selaku pemimpin yang akan mengerjakan seluruh desain yang dibuat,” tegas VBL.

Dia meminta bupati/wali kota agar usai raker memerintahkan Bappeda-nya masing-masing guna merancang khusus berapa uang yang dipakai untuk seluruh rumah tidak layak huni di NTT untuk diselesaikan. Selain itu, berapa sungai yang bisa dibendung airnya agar tidak terbuang percuma ke laut, agar tidak ada lagi yang tidak bisa melaksanakan pertaniannya secara terintegrasi. Demikian pun pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi NTT, harus disiapkan aksesnya, akomodasi, dan pelayanannya.
Bangun Docking Kapal
VBL mengungkapkan Pemprov juga akan mebangun docking kapal sendiri. Tempatnya bisa di Hansisi, Alor, atau bisa juga di Labuan Bajo.

Selain itu, ke depan akan ada taman Observatorium Nasional Timau di Amfoang Selatan sehingga orang bisa berwisata menikmati observatorium, stasiun pengamat angkasa terbesar di Asia itu.

Plt Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke saat diwawancarai usai acara tersebut, mengatakan, Pemkab Sarau mendukung program pengembangan kelor untuk mengatasi gizi buruk dan stunting.

Pihaknya terus mendorong seluruh masyarakat termasuk anak-anak sekolah untuk menanam kelor. “Lahan yang disiapkan untuk penanaman kelor di Sarai itu setiap desa tersedia dua hingga tiga hektare,” katanya. Pemkab Sarai mewajibkan setiap rumah menanam kelor.

Tentang legalisasi minuman beralkohol, ia menyatakan mendukung. Bahkan, kata dia, Pemkab Sarai sudah lebih dulu mencabut larangan produksi alkohol. Sebab, minuman beralkohol sudah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat.

Produksi alkohol di Sarai, kata dia, sudah menarik minat investor asal China yang telah berinvestasi di sana.

“Alkohol sudah dilegalkan oleh Pemerintah Sarai dan para pendeta juga sependapat,” pungkas dia. (mg-01/H-2)