Gubernur Tantang Pemkab Belu Hasilkan Rp 10 Miliar

berbagi di:
foto-hal-09-gub-di-fulan-fehan-edisi-130220

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah, menghadap kamera) berbincang dengan warga di kawasan wisata Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Selasa (11/2). Foto: Mutiara/VN

 

 
Mutiara Malahere

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) secara tegas menantang Pemerintah Kabupaten Belu untuk mendatangkan pendapatan daerah sebesar Rp10 miliar dari pengelolaan kawasan wisata Fulan Fehan yang terletak di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Bahkan pihaknya telah menetapkan Fulan Fehan sebagai pusat pariwisata produktif yang menjadi lokomotif penggerak sektor pendukung pertanian, peternakan, industri, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

Demikian diungkapkannya dalam rapat kerja Gubernur NTT bersama bupati, para Camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di Graha Kirani, Atambua, Selasa (11/2).

Menurut VBL, kawasan Fulan Fehan sangat cocok dikembangkan sebagai pusat pariwisata terpadu sehingga perlu ada kolaborasi antara pihak pariwisata, pertanian, peternakan, perindustrian, Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan seluruh masyarakat.

Tujuannya untuk mewujudkan Fulan Fehan sebagai destinasi pariwisata unggulan yang menjadi basis pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat serta mendatangkan PAD bagi Kabupaten Belu.

“Saya melihat Fulan Fehan memiliki potensi yang luar biasa dan mampu menarik uang datang ke daerah ini, maka pemerintah harus membuat sebuah desain perencanaan yang matang dan semua dinas teknis mengambil peran untuk melakukan kolaborasi dalam menata kawasan Fulan Fehan menjadi objek pariwisata terpadu,” tegas VBL.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Belu, Eddy Bere Mau, mengatakan siap menjawab tantangan Gubernur NTT untuk menata kawasan Fulan Fehan menjadi basis pariwisata terpadu yang mampu mendatangkan PAD bagi Kabupaten Belu. Bahkan pihaknya sementara mendesain sebuah perencanaan penataan kawasan Fulan Fehan dengan melakukan pendataan dan kajian potensi yang dimiliki Fulan Fehan pada dua Desa penyangga disekitarnya, yakni Desa Dirun dan Desa Maudemu, terutama kebutuhan akan listrik dan air bersih.

“Kami sementara melakukan pendataan potensi dari Desa Dirun dan Desa Maudemu sebagai daerah penyangga sekitar Fulan Fehan, serta melakukan desain perencanaan yang matang dan mempersiapkan SDM dari masyarakat setempat untuk mengembangkan berbagai potensi peternakan, pertanian, dan sarana prasarana serta cagar budaya,” jelas Eddy.

Terkait jangka waktu target pencapaian, lanjut Eddy, pihaknya optimistis dapat menjawab tantangan Gubernur NTT dalam beberapa tahun kedepan dan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan desain perencanaan yang matang dengan melibatkan lintas sektoral untuk terlibat aktif mengelola kawasan Fulan Fehan.

“Pembangunan pariwisata bukan hanya tanggungjawab dinas teknis semata namun semua lintas sektoral harus saling berkolaborasi mewujudkan Fulan Fehan menjadi basis pariwisata terpadu dan kami juga mempersiapkan SDM berkualitas dari putra-putri daerah yang akan mengelola dan memajukan pariwisata Belu yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ulas Eddy.

Selain itu, pihaknya juga fokus melakukan pengembangan wisata pada sepanjang wilayah Pantai Utara Belu mulai dari Desa Dualaus (Teluk Gurita) hingga Pantai Berluli, Pantai Pasir Putih dan Pantai Sukaelaran di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

“Selain Fulan Fehan, kami jiga fokus menata wisata bahari di Pantai Utara Belu dan melakukan pendampingan kepada masyarakat pada beberapa desa tersebut dengan tujuan agar kualitas SDM masyarakat semakin baik dan siap untuk mengelola pariwisata di wilayah tempat tinggalnya,” pungkasnya. (tia/E-1)