Gubernur VBL: Jangan Peras Pengusaha yang Masuk NTT

berbagi di:
o

 

 

 

Kekson Salukh

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta masyarakat dan pemerintah menjaga setiap investor yang masuk dan berinvestasi di NTT.  Tidak boleh ada unsur di NTT yang memeras investor yang baru mulai berinvestasi di NTT.

“Kalau orang bawa uang ke NTT kita harus jaga baik-baik. Saya perintahkan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT untuk mempermudah segala urusan terkait dengan investasi di NTT. Pelayanan publik di daerah ini harus membuat orang merasa nyaman,” tegas VBL saat peletakan batu pertama pembangunan galangan kapal dan Industri Maritim Terpadu di Desa Pitai, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (13/1).

Menurutnya, NTT sangat kaya dengan sumber daya kelautan yang harus dikelola dengan baik. Ia bersyukur dengan masuknya investasi galangan kapal tersebut. Ia meminta agar investasi ini harus didukung dan dijaga agar menyukseskan pembangunan di NTT.

“Tidak boleh peras pengusaha yang baru masuk. Tetapi harus dukung. Gubernur dan Bupati harus berikan izin yang cepat. Izin diantar kepada pengusaha dan bukan pengusaha ambil di kantor. Pelayanan publik itu harus cepat agar investor di NTT semangat dalam bekerja. Pemerintah desa harus kawal proses pembangunan gelangan kapal ini sampai tuntas,” tegas Gubernur VBL.

Gubernur menegaskan, tenaga kerja harus diambil semuanya dari desa. Selain itu, libatkan pemuda dan pemudi di NTT. Minimal, dari 4.000 tenaga kerja lokal yang ditargetkan perusahaan, 1.500 tenaga kerja boleh dari luar NTT tetapi 2.500 tenaga kerja harus berasal dari dalam NTT.

Lanjut Gubernur VBL, Bumdes harus menyiapkan dan membangun restoran yang menyediakan jasa makanan bagi tenaga kerja PT Industri Kapal Nusantara.

“Pembangunan gelangan kapal harus menimbulkan multi player effect bagi masyarakat. Harus perhatikan kebersihan lingkungan. Managemen kebersihan harus ditata dengan baik agar tidak merusak alam.

Gubernur NTT dan Bupati Kupang menjamin investasi PT Industri Kapal Nusantara. Kami juga akan berperan dalam pemasaran,” ungkapnya.

Ia juga meminta BUMDes setempat dapat membuat rumah makan agar para pekerja PT Industri Kapal Nusantara tidak susah mencari makan. Karena itu, masyarakat Desa Pitai diminta mulai menanam sayur, tomat dan sebagainya agar menu makanan yang disiapkan nanti beragam.

VBL juga meminta Bupati Kupang, Korinus Masneno untuk melaporkan kepada dirinya setiap bulan terkait perkembangan pembangunan galangan kapal itu.

“Pak Bupati report ke saya setiap bulan agar saya dapat mengetahui progress dari pembangunan ini. Jangan sampai hari ini kita ground breaking lalu kita hilang,” ucapnya.

Pantauan VN, acara peletakan batu pertama pembangunan galangan kapal dan Industry Maritim Terpadu dihadiri Wakapolda NTT, Jhoni Asadoma, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Syahful Rahman, Bupati Kupang, Corinus Masneno dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang serta masyarakat setempat. (mg-10/S-1)