Gubernur VBL: Kadis Pertanian Jangan Ulangi Kesalahan Distribusi Pupuk-Benih!

berbagi di:
VN/STEFANUS KOSAT TINJAU LOKASI : Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi penjabat Bupati Belu, Zhakarias Moruk bersama pimpinan OPD meninjau tanaman hortikultura tomat di Lokasi Translok Desa Sanabibi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (16/11).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi penjabat Bupati Belu, Zhakarias Moruk bersama pimpinan OPD meninjau tanaman hortikultura tomat di Lokasi Translok Desa Sanabibi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (16/11). Foto: Stef Kosat/VN

 
Stef Kosat

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi peringatan keras kepada kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten agar jangan mengulangi kesalahan yang sama dalam hal pendistribusian pupuk dan benih kepada para petani jelang musim tanam.

Hampir setiap tahun petani mengalami gagal tanam, gagal panen lantaran benih dan pupuk tak pernah tiba di tangan petani tepat waktu. Karena itu, untuk musim tanam tahun ini, VBL meminta agar benih dan pupuk sudah harus didistribusikan. Sebab, musim hujan sudah dekat.

Gubernur VBL menegaskan itu saat berkunjung di Desa Dafala Translok Sanabibi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Selain melihat langsung kondisi pemukiman translok, VBL dan rombongan memantau juga tanaman hortikuktura yang dibudidayakan warga translok.

Ketiadaan listrik dan krisis air bersih yang dialami warga translok mendapat perhatian serius dari Gubernur. Ia berjanji akan menyampaikan ke PLN NTT agar listrik segera dipasang di lokasi translok. Sedangkan soal air bersih, VBL meminta Dinas PUPR NTT mengupayakan agar jaringan air bersih bisa masuk translok tersebut.

Selain dua masalah listrik dan air, VBL mengingatkan para kadis pertanian soal benih dan pupuk jelang musim tanam tahun ini. “Ini sudah mau musim hujan. Saya minta supaya benih dan pupuk yang dibutuhkan petani sudah harus terdistribusi. Karena setiap tahun distribusi benih dan pupuk selalu bermasalah. Ini penyakit sepanjang masa dan berulang-ulang. Jadi itu dipastikan pemimpinnya bodoh. Masa melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Di masa pemerintahan saya kebodohan itu harus ditinggalkan. Supaya masyarakat tidak bilang gubernur, bupati, dan kadis pertanian itu bodoh. Itu tidak boleh terulang,” tegasnya.

Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten diminta bekerja sama dengan camat dan kepala desa untuk memastikan benih dan pupuk petani sudah ada di tangan petani.

“Laporkan ke saya setiap saat, supaya dipastikan 40 ribu hektare lahan pada musim tanam Oktober-Maret ini mampu diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Penjabat Bupati Belu Zhakarias Moruk menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Desa Dafala karena untuk pertama kalinya Gubernur NTT berkunjung ke desa mereka.

Terkait dengan pendistribusian benih-pupuk, Moruk mengatakan bahwa semua penyuluh pertanian di Belu sudah dikumpulkan untuk mengoptimalkan pendistribusian benih-pupuk agar pada musim tanam tahun ini petani bisa menanam dengan baik dan tepat waktu.
Kunker ke desa translok tersebut, Gubernur VBL didampingi Pj Bupati Belu, Kadis Pertanian NTT Lecky Frederick Koli dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov, dan para staf khusus Gubernur. (mg-01/D-1)