Gubernur VBL Tegaskan Para Bupati Tidak Boleh Tutup Jalan

berbagi di:
img-20200526-wa0064

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat memberikan keterangan kepada waratawan terkait polemik penutupan jalan di Hikong, Selasa (26/5) sore. Foto: Yunus/VN

 

 

 

Yunus Atabara

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam video konferensi dengan para bupati dan wali kota se-NTT, Selasa (26/5) menegaskan agar batas wilayah antar kabupaten segera dibuka.

Selain itu ASN juga akan kembali bekerja seperti biasa pada 15 Juni mendatang dengan tetap melakukan protokol kesehatan.

“Saya minta para bupati jangan tutup jalan. Nanti tanggal 15 Juni aktivitas kembali seperti biasa, tetapi tetap mengikuti protokoler kesehatan,” kata Gubernur VBL.

Menurut VBL, kebijakan penutupan jalan di berbagai daerah di NTT juga telah menimbulkan polemik di masyarakat. Terutama lalu lintas kendaraan seperti ambulance, armada logistik dan petugas kesehatan.

“Polemik akibat dari penutupan jalan, bupati harus bertanggung jawab. Para bupati harus mampu mengedukasi masyarakatnya,” tegas VBL.

Usai vidio konferensi dengan Gubernur NTT, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo kepada VN menegaskan polemik penutupan jalan yang disampaikan Kepala Desa Hikong belum lama ini, sudah selesai.

Saat itu, sempat ramai di sosial media dan pemberitaan media adanya penutupan jalan yang membuat ambulance yang membawa pasien seorang ibu hamil yang dirujuk dari Flotim tertahan dan hasil pemeriksaan para medis bayinya meninggal dalam kandungan.

“Sudah selesai. Saya sudah bicarakan, dengan Pak Bupati Flotim. Tidak ada penahanan ambulance, tetapi tertahan karena ada pemeriksaan selama 15 menit,” kata Robert.

Bupati Sikka menegaskan tidak ada penahanan ambulance di perbatasan jalan Maumere-Larantuka.

Ia kembali menegaskan ambulance yang membawa pasien sedikit tertahan akibat panjangnya kendaraan yang terpakir dan ada pemeriksaan petugas.(bev/ol)