Hakim Tangguhkan Penahanan Salmun Tabun

berbagi di:
Tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Salmun Tabun menuju mobil tahanan di Kejari TTS untuk digiring ke Rumah Tahanan Soe, Kamis (6/4).

Foto: Tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Salmun Tabun menuju mobil tahanan di Kejari TTS untuk digiring ke Rumah Tahanan Soe, Kamis (6/4).

 

 

 

Sidang perkara dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan Bupati dan Wabup TTS 2014 yang melibatkan terdakwa Sekda TTS Salmun Tabun di Pengadilan Tipikor, Kupang, Selasa (5/9), dengan agenda pembacaan vonis hakim, akhirnya ditunda.

Kemarin, Salmun Tabun dilepas dari tahanan di Rutan Penfui setelah hakim menyatakan menangguhkan penahanan terhadap Salmun yang sudah mendekam sekitar lima bulan di Rutan.

Salmun menghirup udara bebas, setelah dalam sidang kemarin, majelis hakim yang dipimpin Edi Purwono membacakan keputusan penangguhan penahanan terdakwa.

Masa penahanan terdakwa seharusnya berakhir pada 13 September mendatang, namun majelis hakim memeberikan penangguhan dengan beberapa pertimbangan.

“Terdakwa bersikap baik selama persidangan, selalu hadir di setiap persidangan dan bersifat kooperatif,” jelas hakim yang memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melepaskan terdakwa dari dalam Rutan.

JPU Patrik Neonbeni pun mengatakan bahwa pihaknya segera membereskan berkas administrasi guna menindaklanjuti perintah majelis hakim.

“Saya siapkan dahulu berkas administrasinya,” ucapnya.

Ketua Tim Penasihat Hukum Salmun Tabun, Philipus Fernandez mengatakan bahwa penangguhan penahanan tersebut merupakan kewenangan majelis hakim. Ia meminta JPU menindaklanjuti penetapan hakim yang disampaikan dalam sidang kemarin. D

Ia mengatakan masa penangguhan penahanan tersebut berlaku hingga sidang pembacaan putusan hakim yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, yakni Selasa (12/9).

 

Tanda-tanda Baik
Ditanya apakah penetapan hakim menangguhkan penahanan terdakwa tersebut bisa dilihat sebagai indikasi bahwa hakim bakal menjatuhkan vonis bebas untuk terdakwa, Philipus mengatakan, pihaknya tidak mau berandai-andai.

“Saya tidak ingin mengandai-andai apakah ini indikasi akan diputus bebas,” kata Philipus menjawab pertanyaan wartawan terkait indikasi putusan bebas oleh majelis hakim.

Ia berharap, putusan majelis itu harus tegas, dan sesuai dengan bukti-bukti di persidangan. “Saya tidak mau berspekulasi tetapi intinya ini ada tanda-tanda baik,” ungkapnya.

Pantauan VN, sidang kemarin padat pengunjung, terutama dari keluarga maupun kenalan terdakwa. Hanya sebagian yang bisa masuk dalam ruang sidang karena penuh.

Usai menerima penangguhan penahanan tersebut, Salmun Tabun terlihat meneteskan air mata sambil memeluk erat istrinya, Sonya Tabun Uly.

Kepada VN, Ia mengaku sangat senang karena majelis hakim menangguhkan penahanan sembari menunggu sidang putusan pekan depan. Ia berharap agar hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebenaran.

“Saya tidak takut karena faktanya jelas,” ungkap Salmun.

Ia menambahkan bahwa lima bulan berada di dalam tahanan adalah waktu yang cukup lama. Namun, ia tetap mengikuti seluruh proses hukum dengan keyakinan teguh bahwa kebenaran akan terbukti. (mg-14/H-2)