Hakim Temukan Bukti Petunjuk Aliran Dana Kepada FLR

berbagi di:
img-20200121-wa0058

Suasan sidang NTT Fair. Foto: Kekson/VN

 

 

 

Kekson Salukh

Berdasarkan fakta persidangan selama masa persidangan kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair, majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana proyek NTT Fair kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR).

Dalam materi putusan majelis hakim terhadap terdakwa Yulia Afra (mantan kadis PRKP), yang dibacakan Hakim Ali Muhtarom, Selasa, (21/1) siang, majelis hakim yang mengadili kasus NTT Fair mengaku telah menemukan bukti petunjuk.

“Karena dalam fakta persidangan ada kesesuaian keterangan dari para saksi sehingga majelis hakim menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana kepada mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya,” jelas hakim Muhtarom.

Menurut majelis hakim, fakta persidangan telah menyebutkan bahwa terdakwa Yulia Afra minta  fee kepada direktur PT Cipta Eka Puri, Hadmen Puri sebesar 5 persen. Kemudian, saksi Hadmen Puri menyerahkan uang itu kepada terdakwa Yulia Afra melalui transfer kepada saksi Fery Johns Pandie.

Terdakwa Yulia Afra mengambil uang itu dari saksi Fery Johns Pandie secara bertahap kurang lebih tujuh sampai delapan kali melalui stafnya Boby Lanoe.

Terdakwa menyerahkan uang itu kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui ajudan Gubernur, Ariyanto Rondak.

“Ariyanto Rondak setelah menyerahkan uang itu kepada Gubernur (mantan) NTT Frans Lebu Raya di ruang kerjanya langsung melaporkan kepada terdakwa Yulia Afra melalui telepon seluler jika sudah menyerahkan uang itu kepada saksi Frans Lebu Raya,” tandasnya.

Hakim pun menyebut perbuatan terdakwa Yulia Afra turut menguntungkan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebesar Rp 568 juta, Sekda NTT Benediktus Polo Maing sebanyak Rp 100 juta dan Syamsul Rizal Rp 25 juta.

Pantauan VN, sidang dipimpin Hakim ketua majelis, Dju Johnson Mira Mangngi didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo sebagai anggota.

Turut hadir, JPU Hendrik Tip, Heri Franklin, dan Emi Jemahat. Terdakwa Yulia Afra didampingi Kuasa Hukumnya, Rusdinur. (bev/ol).