Hakim Tolak Eksepsi Jefri Un Banunaek

berbagi di:
ilustrasi dacing hukum

 

 

 

Kekson Salukh

Kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan embung Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sudah bergulir di Pengadilan Tipikor Kupang. Dalam sidang, Rabu (11/12), majelis hakim menolak eksepsi (keberatan atas dakwaan jaksa) yang diajukan terdakwa Jefri Un Banunaek.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi didampingi anggota majelis hakim, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom beragendakan pembacaan putusan sela atas eksepsi terdakwa.

Dalam sidang tersebut, terdakwa Jefri Un Banunaek didampingi tim penasehat hukumnya, Novan Erwin Manafe dan Semar Dju. Sementara Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir, yakni Mourist Kolobani dan Khusnul Fuad.

Majelis hakim dalam putusannya menegaskan bahwa eksepsi atau keberatan dari terdakwa terhadap dakwaan JPU, dinyatakan ditolak seluruhnya karena materi eksepsi sudah menyentuh pokok perkara.

Hakim menegaskan bahwa dakwaan JPU Kejari Kabupaten TTS telah memenuhi syarat formil sesuai ketentuan KUHAP.

“Eksepsi terdakwa dinyatakan ditolak karena uraian dakwaan jaksa penuntut umum telah jelas, lengkap dan cermat. Eksepsi kuasa hukum
terdakwa telah menyentuh pokok perkara sehingga dinyatakan ditolak,” kata hakim Dju Johnson Mira Mangngi.

Ia mengatakan, uraian surat dakwaan JPU Kejari TTS telah lengkap, cermat dan jelas dimana telah diuraikan waktu, kejadian perkara dan rangkaian perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Ia menegaskan dengan ditolaknya eksepsi atau keberatan dari terdakwa, maka sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian berupa pemeriksaan saksi-saksi.

Kuasa hukum terdakwa Jefri Un Banunaek, Novan Erwin Manafe yang dikonfirmasi usai persidangan kemarin, membenarkan bahwa eksepsi atau keberatan terdakwa ditolak seluruhnya oleh hakim.

Dengan ditolaknya nota keberatan itu, lanjut Novan, hakim memerintahkan agar sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada sidang berikutnya.

“Ya benar, eksepsi ditolak. Hakim perintahkan untuk sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

JPU Kejari Kabupaten TTS, Khusnul Fuad yang didampingi Mourist Kolobani juga mengatakan bahwa sesuai putusan sela yang sudah disampaikan majelis hakim, maka pihaknya siap menghadirkan saksi-saksi dalam sidang lanjutan kasus ini.

“Selaku JPU, kita siap melaksanakan perintah hakim untuk menghadirkan saksi-saksi dalam sidang selanjutnya guna membuktikan dakwaan kami selaku JPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kajari Kabupaten TTS, Fahrizal mengatakan, keterlibatan tersangka Jefri Un Banunaek dalam kasus embung Mnelalete yakni merupakan otak dari pekerjaan embung Mnelalete.

Selain itu, dalam proses pekerjaan enbung Mnelalete mengalami kekurangan volume dan nilai proyek sebesar Rp756 juta ditransfer ke rekening milik tersangka.

“Otak dari proyek itu adalah tersangka. Bahkan uang proyek senilai Rp756 juta masuk ke rekeningnya,” kata Fahrizal. (mg-10/R-4)