Harga Cabai Merah di Kupang Capai Rp70-85 Ribu lebih

berbagi di:
img-20210127-wa0024

 

 

Sinta Tapobali

 

 
HARGA cabai rawit merah di sejumlah pasar tradiosional di Kota Kupang mencapai Rp70 ribu rupiah ke atas. Harga capai ini cukup bervariasi antara satu pedagang dengan yang lainnya.

Seperti di Pasar Kasih Naikoten I, harga cabai rawit merah dijual mulai harga terendah Rp70 ribu hingga Rp80 ribu rupiah. Begitupun di Pasar Oeba harga capai rata-rata dijual dengan harga Rp70 ribu per kilogram.

Namun berbeda dengan pasar Penfui, para pedagang menjual cabai rawit dengan harga Rp85 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga bawang merah rata-rata di pasar kasih Naikoten 1 dan pasar Oeba hampir sama berkisar Rp 30 ribu hingga 35 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Penfui dijual sedikit lebih mahal yaitu Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kg.

Untuk bawang putih pun sama, di kedua pasar baik Pasar Kasih Naikoten 1 dan Oeba rerata dijual Rp27 ribu hingga Rp30 ribu. Sedangkan di Pasar Penfui dijual Rp35 ribu hingga 40ribu per kg.

Variasi harga terutama di Pasar Penfui ini disebabkan karena hampir semua pedagang di pasar ini membeli semua barang dagangan baik itu cabai, bawang merah dan putih dan aneka sayuran dari Pasar Oeba. Sehingga mereka harus menaikan harga jual di pasar ini untuk mendapatkan keuntungan.

“Kalau ame (Ambil) di Oeba dapat Rp30 ribu satu kilo jadi di sini (Pasar Penfui) saya kalau jual kilo harus Rp 35 ribu bahkan sampai Rp 40 ribu tergantung ukurannya. Tapi kebanyakan pembeli di sini belinya dengan harga Rp5 ribu satu mok, jadi kalau dihitung-hitung pun keuntungan jual eceran lebih banyak,” ungkap Rizal salah satu pedagang di Pasar Penfui.

Sedangkan Romi salah satu pedagang di Pasar Kasih Naikoten 1 mengaku bahwa harga cabai memang lagi naik karena pasokan dari petani menurun.

Ia mengaku biasanya cabai maupun bawang yang ia jual dibeli dari petani di Rote. Namun dikarenakan musim hujan sehingga produksi cabaipun menurun.

“Beli di Rote baru jual di sini. Kalau musim hujan pasti naik,” ungkapnya singkat.

Senada dengan Romi, Ma Ina pedagang lainnya juga menuturkan bahwa harga cabai memang naik drastis dan sudah berlangsung selama hampir satu bulan.

Harga cabai yang ia jual jauh lebih murah dibandingkan pekan lalu yang mencapai hingga Rp100 ribu lebih per kg.

“Ini su turun kaka, dari dua minggu lalu harga sampai Rp100 ribu lebih. Kalau musim begini memang mahal karena petani belum tanam,” ujarnya menambahkan.

Pantauan VN, meski harga cabai naik dari yang biasanya Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg, namun masih banyak masyarakat yang membeli. Kebutuhan akan cabai di tengah musim hujan cukup tinggi sehingga cabai laku terjual.

“Kalau makan sonde ada lombok rasanya hambar. Apalagi kalau musim hujan ni enaknya masak makanan pedis dan panas. Jadi meski mahal ya tetap beli meski Rp5 ribu hanya dapat sedikit,” ungkap Anita salah satu pembeli di Pasar Penfui. (Yan/ol)