Harga Pupuk Melonjak, Distan Sebut Bukan Pupuk Subsidi

berbagi di:
img-20210113-wa0028

 

Rofinus D Kaleka
Kadis Pertanian SBD

 

 

 
Frengky Keban

 

 
Informasi soal kenaikan harga pupuk subsidi yang dikeluhkan oleh sejumlah petani di beberapa wilayah di Sumba Barat Daya ditampik keras oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kabupaten SBD, melalui Kepala Dinasnya, Rofinus D. Kaleka.

Menurut Rofinus, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan rekapan alokasi pupuk dari provinsi untuk disalurkan kepada petani melalui para pengecer.

Hal ini disampaikan Rofinus D. Kaleka kepada VN, Rabu (13/1) siang menjawab ada fenomena kenaikan Pupuk Subsidi yang sebelumnya Rp115.000 per karung menjadi Rp 400.000 per karung.
Rofinus mengatakan, hal ini memang sering terjadi, namun dirinya menduga fenomena ini terjadi karena petani membeli dari luar wilayah Sumba Barat Daya. Selain membeli dari luar wilayah, kemungkinan kedua para petani membeli pupuk non subsidi karena ketidaktahuan petani sendiri.
“Bisa juga pupuk lama tahun kemarin yang dijual kembali tapi kemungkinan ketiga ini kecil kemungkinan terjadi karena tahun kemarin kuota pupuk kita sangat terbatas. Iya sampai sekarang ini kami belum terima rekapan alokasi pupuk dari provinsi. Alurnya jelas kalau dari provinsi sudah ada maka kita tinggal tunggu RDKK dari 11 kecamatan baru kita buat SK alokasi pupuk ke kecamatan sesuai kebutuhan,”katanya.
Untuk mengatasi persoalan semacam ini di masa mendatang, kata Rofinus, pemerintah sudah memiliki rencana pengadaan kartu tani yang mana kartu itu diintegrasi dalam ATM yang bisa digunakan untuk membeli pupuk di 3 pengecer yang sudah ditentukan pihak Kabupaten.

“Tahun ini kartu itu sudah ada. Saat ini masih dicetak massal. Ini untuk mengurangi permainan semacam ini. Pemerintah sadar petani selama ini dirugikan karena permainan oknum. Kita berupaya agar petani betul-betul merasakan apa yang menjadi haknya,”tegasnya. (Yan/ol)