Harga Telur Ayam di Kota Kupang belum Stabil

berbagi di:
telur

 

Sinta Tapobali

 

HARGA telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang masih belum stabil. Semula harga telur Rp50 ribu per rak (isi 30 butir) kini naik menjadi Rp55 ribu per rak. Kenaikan harga tersebut terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

“Harga telur ayam memang terus merangkak naik. Saat ini sudah mencapai Rp55 ribu per rak,” kata Jalaludin Ahmad, pedagang telur ayam di Pasar Kasih Naikoten 1, Selasa (11/8).

Menurut Ahmad, kenaikan ini dipicu karena keterbatasan jumlah stok dari distributor telur yang ada di Surabaya. “Saya biasa ambil dari distributor yang ada di Surabaya. Sudah beberapa pekan terakhir ini memang stok telurnya sedikit sehingga kami penjual harus menjual dengan harga seperti ini, kalau tidak maka tidak ada keuntungan yang bisa kami dapatkan,” ujarnya.

Meskipun harga telur terus melonjak naik, namun daya beli konsumen, kata dia, tetap stabil. Sebab, daya konsumsi telur masyarakat Kota Kupang cukup tinggi.

Sumiati, pedagang telur di Pasar Oeba, yang dikonfirmasi media ini secara terpisah mengatakan hal senada. Ia menjual telus seharga Rp55 ribu setiap rak. Telur-telur tersebut dipasok sebagian dari Oesao dan sebagiannya lagi dari Surabaya. Semuanya dijual dengan harga yang sama.

“Yang saya jual ini harga Rp55 ribu. Oesao sama Surabaya harga sama karena memang lagi mahal,” paparnya.

Magdalena Beti salah satu pembeli, di Pasar Kasih Naikoten 1 mengakui bahwa harga telur memang mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Meski demikian, ia tetap membeli telur tersebut untuk dijual kembali di kios miliknya.

“Meski mahal saya harus beli. Saya jualĀ tiga ribu satu butir. Meski banyak yang protes tapi mau bagaimana, saya hanya elus dada ketika mereka datang tanya harga lalu tidak jadi beli,” ungkapnya. (yan/ol)