Hasil Swab PDP Di SBD Negatif

berbagi di:
img-20200620-wa0032

 

 

 

 

Frengky Keban

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya (SBD) sekaligus Juru Bicara Tim Gugus Tugas drg. Yulianus Kaleka dalam jumpa pers, Sabtu (27/6) mengatakan hasil swab pasien Dalam Pengawasan (PDP) atas nama Melki Kaka yang meninggal 25 Juni lalu dinyatakan negatif oleh Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang.

Hasil ini sekaligus mematahkan sejumlah anggapan masyarakat bahwa almarhum Melki Kaka yang dikuburkan dengan protokol Covid-19 menderita penyakit Corona.

“Sempat diambil swab saat beliau di RSUD. Atas dasar itu, kami meminta Dinas Kesehatan NTT untuk mendapatkan prioritas pertama penanganan karena di hari yang sama saat almarhum meninggal, swabnya dijemput di Waingapu. Terima kasih karena pihak provinsi merespons ini dan hari ini kita bisa tahu hasilnya bahwa almarhum negatif,” katanya.

Ia menjelaskan dari riwayat perjalanan penyakit almarhum Melki yang juga Kepala Pustu Bukambero itu sedianya masuk RS Caritas pada tanggal 24 Juni lalu pukul 01.00 Wita dengan penurunan kesadaran, demam, batuk pilek, sesak napas, kaku, trismus, bronchi positif.

Setelah mendapatkan penanganan cepat dari RS Caritas, kondisi kesehatan yang bersangkutan terus mengalami penurunan dan semakin memburuk sehingga atas dasar itu, dokter RS Caritas segera merujuk yang bersangkutan ke RSUD Waikabubak dengan diagnosa PDP, Pneumonia berat dan meningoencepalitis viral dd baketerial.

“Ketika tiba di RSUD Waikabubak, dokter RSUD segera melaksanakan tindakan perawatan lanjutan dengan status pasien dalam pengawasan dan pada kamis pukul 04.00 Wita, yang bersangkutan meninggal dunia. Di hari yang sama, tim gugus tugas langsung melakukan acara pemakaman dengan prosedur penanganan covid 19,” jelasnya.

Ia mengatakan prosedur penguburan secara protokol kesehatan ini sendiri adalah bagian dari prosedur di tim gugus tugas yang harus dijalankan karena di saat yang bersamaan hasil swabnya almarhum baru dikirim sehingga belum dipastikan apakah almarhum betul-betul positif Corona ataukah tidak. Hal ini akan berbeda jika hasil swab almarhum ini keluar sebelum almarhum meninggal.

“Intinya kalau seandainya hasil ini kita terima sebelum beliau meninggal maka bisa dipastikan penguburan beliau tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Namun, karena meninggal di hari yang sama saat pengiriman maka kita ikuti protokol yang ada,” tegasnya. (bev/ol)