Hingga Agustus, 72 Jenazah TKI Dipulangkan ke NTT

berbagi di:
foto-hal-01-tiga-jenazah-pekerja-migran-saat-tiba-di-bandara-el-tari-kupang-rabu-14-8-nahor-3

Tiga jenazah PMI ilegal tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari-Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbanu/VN

 

Polce Siga
Hingga, Rabu (14/9) kemarin, NTT kembali menerima tiga jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang dikirim dari Malaysia. Total jenazah TKI NTT yang dipulangkan dari Malaysia sepanjang tahun ini sudah mencapai 72 orang.

Tiga jenazah yang dipulangkan, kemarin, dua laki-laki asal Kabupaten Ende, dan satu orang TKW (tenaga kerja wanita) dari Kabupaten Belu. Setelah tiba di Bandara El Tari-Kupang, kemarin, ketiga jenazah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Pantauan VN di Terminal Kargo Bandara El Tari, tiga jenazah itu tiba dari Jakarta pukul 13.50 Wita dengan pesawat Garuda Indonesia. Pihak keluarga bersama petugas BP3TKI Kupang menyambut kedatangan ketiga jenazah.

Tiga jenazah itu adalah Dion Sendah asal Wolowia, Desa Maukuru Saate, Kecamatan Lempebesi Kelisoke, Kabupaten Ende. Dion diketahui meninggal dunia karena kecelakaan kerja di Malaysia.
Selain itu, Kornelis Wella asal Desa Wiwipemo di Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende. Kornelis yang sudah bekerja selama 20 tahun di Malaysia itu meninggal karena sakit. Sedangkan jenazah TKW itu adalah Marselina Klau asal Wemantan Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Belu. Marselina diketahui baru beberapa bulan bekerja di Malaysia dan meninggal dunia karena sakit.

Setelah tiba di Kupang, ketiga jenazah itu langsung dibawa ke kampung halaman masing-masing oleh keluarga dan petugas BP3TKI Kupang. Dua jenazah yang ke Ende menggunakan kapal feri.

“Ya setelah ini kita langsung ke Pelabuhan Bolok karena langsung dibawa ke Ende dengan kapal feri,” ujar Kepala BP3TKI Kupang, Siwa menjawab VN di Terminal Kargo Bandara El Tari, kemarin.
Siwa mengatakan, sesuai informasi dan data yang masuk ke BP3TKI Kupang, ketiga jenazah itu sebelumnya bekerja secara ilegal di Malaysia. Menurutnya, Dion Sendah meninggal dunia karena kecelakaan kerja, sedangkan dua orang lainnya meninggal karena sakit.

“Kalau Kornelis ini meninggal pada 11 Agustus, Dion meninggal 1 Agustus dan Marselina tanggal 28 Juli. Memang sudah cukup lama, tapi sebelumnya ada yang kita terima sudah tiga bulan,” katanya.

Ia mengatakan, Marselina baru berangkat bekerja di Malaysia secara illegal atau nonprosedural. Menurutnya, saat ini sudah 72 orang PMI yang meninggal di Malaysia dan kebanyakan berstatus pekerja ilegal.

“Kalau tambah dengan tiga orang ini, berarti sudah 72 orang. Sebelumnya itu ada 69 orang. Mereka semua nonprosedural atau mereka berangkat tidak ada dokumen,” ujarnya.

Jenazah Marselina langsung dijemput suaminya ke Belu dengan mobil ambulance yang disiapkan BP3TKI Kupang. Sang tampak diam dan hanya menatap peti jenazah istrinya itu.

Jenazah, Kornelis Wella juga diterima oleh keluarga dan putra sulungnya seorang mahasiswa yang tampak menangis memeluk peti jenazah ayahnya.

“Ya, saya anaknya yang sulung. Bapak saya sudah 20 tahun kerja di sana. Tidak pernah pulang, tapi kita komunikasi terus,” katanya menjawab VN kemarin.Sedangkan, jenazah Dion Sendah tidak diterima oleh sanak keluarganya dan hanya didampingi petugas BP3TKI Kupang. Hari ini, jenazah ini sudah tiba di kampung halamannya masing-masing. (pol/D-1)