Hoax Ketua Fraksi Golkar Minta Fee 1% ke Bank NTT Cabang Waingapu

berbagi di:
img-20201121-wa0003

 

 

 

 

Jumal Hauteas

Informasi Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kabupaten Sumba Timur , Ayub Tay Paranda meminta uang fee dari Bank NTT Cabang Waingapu adalah hoax atau tidak benar.

Kedatangannya ke Bank NTT Cabang Waingapu untuk mengurus urusan pribadi terkait cash back dari Bank NTT tahun 2019 lalu.

Ketua FPG, Ayub Tay Paranda mengungkapkan hal ini kepada VN yang menghubunginya melalui pesan WhatsApp, Jumat (20/11).

Ia mengaku mendatangi Bank NTT Kantor Cabang Waingapu untul urusan pribadi menanyakan BPKB motor yang diperolehnya dari cash back Bank NTT.

“Saya cek BPKB motor yang saya dapat tahun lalu, namun BPKB nya belum keluar. Jadi itu (minta fee 1%) adalah hoax,” tegasnya.

Ia menyayangkan ada pihak-pihak yang secara sengaja mempolitisasi segala hal saat ini dan diarahkan ke proses Pemilukada Kabupaten Sumba Timur saat ini, sehingga urusan-urusan pribadi juga dijadikan bahan fitnah dan materi penyebaran hoax.

“Kalau dapat satu persen, kita bisa kaya sudah itu saudara,” jelasnya melalui pesan WhatsApp diikuti emotion tertawa.

Diharapkannya aparat kepolisian melalui Patroli Cyber bisa memburu akun-akun palsu di media sosial agar diberikan hukuman, sehingga bisa menjadi efek jera bagi masyarakat yang lain, dan tertib dalam bersedia sosial.
Wakil Pemimpin Cabang (Wapinca) Bank NTT Cabang Waingapu, Stefanus Ngongo Mesa yang dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (20/11) juga membantah ada permintaan fee satu persen dari Ketua FPG DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ayub Tay Paranda. Ditegaskannya postingan di media sosial facebook oleh akun Andesta tersebut, benar-benar hoax dan tidak berdasar.

“Itu hoax Kakak,” jelasnya singkat.

Direktur PT Muria Sumba Manis (MSM), Hadropin, yang dikonfirmasi VN melalui CSR HPI Agro, Dumaria Pandjaitan juga menegaskan bahwa postingan tersebut adalah hoax, karena managemen PT MSM melakukan aktivitas di lokasi perkebunan tebu di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu setelah mendapatkan izin resmi dari pemerintah daerah.

Karena itu, managemen PT MSM tidak ikut terlibat dalam urusan politik Pemilukada Kabupaten Sumba Timur tahun 2020 saat ini, apalagi dengan maksud untuk mendapatkan kejelasan status tanah yang menjadi lokasi perkebunan tebu saat ini. Karena semua tanah tersebut sudah diurus bersama dengan para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, mulai dari tingkat bawah sampai tingkat kabupaten.

Karena itu, Dumaria menegaskan, postingan tersebut jelas memberikan informasi yang tidak benar atau hoax dan tidak boleh dipercaya. “Jelas itu hoax pak, karena MSM tidak pernah berurusan dengan politik, dan semua tanah yang dijadikan lahan perkebunan tebu saat ini, jelas ada izin nya dari pemerintah,” tegasnya.

Untuk diketahui, akun facebook Andesta beberapa waktu lalu memposting di grup Sandalwood bahwa Ketua FPG DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ayub Tay Paranda mengunjungi Bank NTT Cabang Waingapu untuk meminta fee sebesar satu persen dari rencana alokasi penyertaan modal ke Bank NTT hingga tahun 2024 mendatang sebesar Rp 1,2 Triliun, dengan iming-iming agar nantinya dana tersebut diamankan saat paket ULP-YHW menang dalam Pemilukada Kabupaten Sumba Timur yang, 9 Desember 2020 mendatang.

Selain itu, dalam postingan yang sama, akun facebook Andesta juga menyebut Kasubag Administrasi Kewilayahan pada Bagian Tata Pemerintahan, Setda Kabupaten Sumba Timur, Aprianto Tadu meminta uang dari PT MSM dengan iming-iming mengamankan tanah-tanah milik masyarakat yang menjadi lokasi perkebunan tebu milik PT MSM.

Terkait postingan ini, Aprianto Tadu sendiri sudah laporkan kasus ini ke Kepolisian Resor (Polres) Sumba Timur dengan aduan pencemaran nama baik dan jabatan.(bev/ol)