Video Pria Pingsan setelah Divaksin di Kantor Gubernur NTT hanya Simulasi

berbagi di:
img-20210119-wa0013

 

 

Putra Bali Mula

 

 

BEBERAPA waktu terakhir santer beredar video di media sosial dimana menampilkan salah seorang pria berkemeja putih pingsan setelah disuntik vaksin Sinovac di halaman Kantor Gubernur NTT.

Faktanya, rekaman video tersebut merupakan bagian dari simulasi atau latihan vaksinasi bagi tenaga medis. Dengan demikian, info yang beredar di sejumlah akun media sosial tentang adanya seorang pria yang benar-benar pingsan setelah mendapat vaksin adalah tidak benar.

Penelusuran VN, kegiatan simulasi ini diupload di laman Facebook Rumah Sakit W Z Johannes Kupang pada 13 Januari lalu. Dalam keterangan video disebutkan simulasi atau latihan ini sebagai upaya penyelamatan walaupun kecil kemungkinan untuk terjadi hal semacam itu.

Pihak rumah sakit juga sudah meluruskan informasi tidak benar yang beredar soal ada yang pingsan setelah divaksin karena adanya pihak tidak bertanggung jawab yang telah memanfaatkan video tersebut untuk membuat berita bohong.

Hal ini disampaikan pihak rumah sakit melalui postingan di kanal Facebook Rumah Sakit Johannes Kupang, Selasa (19/1). Rumah sakit juga menyampaikan agar masyarakat dapat melaporkan konten tidak benar serupa ke aduankonten@mail.kominfo.go.id sebagai salah satu upaya mencegah berita hoax ini beredar luas.

Sementara Kominfo juga menyebut video itu tidak benar menunjukkan di NTT ada yang pingsan setelah disuntik vaksin. Berdasarkan laman laporan isu hoax di website Kominfo yaitu kominfo.go.id melaporkan faktanya video yang beredar tersebut merupakan simulasi vaksinasi Covid-19 di NTT.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya pada Kominfo mengatakan lokasi itu benar di halaman Kantor Gubernur NTT di Kupang. Sementara Kemenkes saat ini belum mendapatkan laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) usai vaksin Covid-19 di NTT.

“Sampai saat ini kami tidak menerima laporan dari NTT terkait adanya efek samping atau KIPI dari NTT,” terang Nadia. (Yan/ol)