UU TPKS, Alat Pemberantasan Kekerasan Seksual di NTT

- Selasa, 12 April 2022 | 19:36 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Pixabay)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Pixabay)

KUPANG, VICTORYNEWS -- Aktivis dan pemerhati perempuan di NTT Pendeta Emi Sahertian menyambut baik Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Pendeta Emi Sahertian saat dihubungi Selasa (12/4/2022) menilai disahkannya UU TPKS inj menjadi alat pemberantasan tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia, khususnya di NTT.

Baca Juga: Di Mapolda NTT, Amara NTT Kecam Rezim Jokowi. Dinilai Sengsarakan Rakyat

"Kekerasan seksual cukup lama mewabah di lingkungan kita sebagai kejahatan luar biasa yang membuat korban menderita secara holistik," kata dia.

Bagi NTT, lanjutnya, UU TPKS ini merupakan katup perlindungan terutama bagi perempuan dan anak yang selalu menjadi obyek dan korban kekerasan seksual yang marak baik kekerasan seksual dalam rumah keluarga maupun di dalam masyarakat.

Baca Juga: Masuk Musim Kemarau, Ketua DPRD Desak Pemkab Mabar Serius Atasi Masalah Air Bersih

"Untuk itu kami patut berterima kasih banyak bagi semua pihak yang telah berjuang tak henti hentinya untuk meloloskan UU ini," terangnya lagi.

Namun tantangannya, tambah dia, adalah memerlukan segera peraturan pelaksanaannya dengan SOP pelaksanaan teknis serta penyiapan Aparat Penegak Hukum (APH) yang berperspektif gender serta HAM yang memadai.

Baca Juga: Dunia Tarik Suara Berduka, Pemilik Album Terbayang-bayang Telah Berpulang

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X