Unwira Kupang Bantu Pembangunan Kapela di Boti Kabupaten TTS

- Senin, 16 Mei 2022 | 16:44 WIB
Umat Katolik dari Desa Boti, TTS foto bersama tim dari Unwira Kupang, Sabtu (14/5/2022).  (Dok.Unwira Kupang)
Umat Katolik dari Desa Boti, TTS foto bersama tim dari Unwira Kupang, Sabtu (14/5/2022). (Dok.Unwira Kupang)

SOE, VICTORY NEWS-Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang turut membantu pembangunan Kapela Santo Yohanes Rasul di Desa Boti, Kecamatan KiE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Empat dosen perwakilan Fakultas Teknik Unwira datang ke Desa Boti untuk melakukan survei lapangan, Sabtu (14/5/2022).

Keikutsertaan Unwira Kupang ini atas permintaan dari pastor paroki Oenlasi dan 14 kepala keluarga Katolik di desa Boti.

“Kami menginginkan sebuah bangunan kapela yang berkualitas. Karena itu, kami meminta bantuan dari Unwira Kupang, terkhusus dosen-dosen di Fakultas Teknik, untuk mendesain bentuk kapela yang sesuai dengan budaya Boti,” kata Romo Sebastianus Kefi, Pastor Paroki Santo Paulus Oenlasi, Senin (16/5/2022).

Baca Juga: Politani Kupang Gandeng Kemendikbudristek dan BDSP Soe Lakukan Riset Pupuk Bio 3

Romo Sebastianus mengatakan, Desa Boti sangat terkenal dengan adat istiadat dan budayanya.

Adat istiadat dan budaya tersebut masih dipegang teguh sampai hari ini. Karena itu, pihak paroki tidak ingin pembangunan Kapela Santo Yohanes Rasul ini mengaburkan nilai-nilai budaya yang dihayati warga desa Boti.

Selain menginginkan bangunan yang sesuai dengan budaya Boti, pihak paroki dan umat juga berharap agar bangunan kapela ini bisa menjawab peluang pariwisata. Dalam jangka panjang, kapela ini diharapkan bisa menjadi tempat persinggahan bagi para wisatawan yang mengunjungi Desa Boti.

“Konsep pembanguan kami ini adalah jangka panjang. Mengenai pembangunan fisik, kapela ini juga termotivasi oleh budaya Boti. Boti ini terkenal tidak hanya secara nasional, tapi juga secara internasional. Atas dasar itu, pihak DPP menginginkan sebuah kapela yang sesuai dengan budaya boti, sekaligus bisa menjawab peluang pariwisata yang terjadi di tempat ini,” katanya.

Baca Juga: Miris, Tukang Bangunan di Kota Kupang Tega Sodomi Anak di Bawah Umur

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Museum Harus Dijadikan Sekolah Kedua

Minggu, 26 Juni 2022 | 21:05 WIB
X