Proses KBM Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Tidak Kaku dan Monoton

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:56 WIB
Kegiatan IHT di SMAN 5 Kupang tentang pembuatan modul ajar sekolah penggerak dan literasi digital beberapa waktu lalu.  (Dok.SMAN 5 Kupang)
Kegiatan IHT di SMAN 5 Kupang tentang pembuatan modul ajar sekolah penggerak dan literasi digital beberapa waktu lalu. (Dok.SMAN 5 Kupang)

KUPANG, VICTORY NEWS-Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diterapkan dalam kurikulum Merdeka Belajar dinilai tidak kaku dan monoton.

Proses KBM yang diterapkan dalam kurikulum merdeka belajar dinilai lebih mengarah pada peningkatan keterampilan atau skill maupun peningkatan karakter siswa.

Bagi siswa dampaknya lebih kepada peningkatan kemampuan dan bakat. Sedangkan guru mengajar sesuai capaian dan perkembangan peserta didik. Dan lewat kurikulum ini guru juga berkesempatan mengetahui minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan siswanya.

Baca Juga: Coop TLM Indonesia Rintis Usaha Restoran di Pantai Lasiana

Hal ini diakui salah satu guru di SMAN 5 Kupang, Narsianus. Menurutnya, lewat kurikulum ini, diterapkan platform digital Merdeka Belajar.

Dengan platform ini memudahkan guru untuk membuat penilaian dan evaluasi belajar dari pada siswa dengan melihat bukan hanya kepada pengetahuan namun juga keterampilan dan bakat siswa.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo. Ia mengatakan, melalui kurikulum ini siswa lebih diajarkan untuk meningkatkan life skill sehingga semua aktivitas yang dilakukan lebih kepada mendukung bakat dan kemampuan siswa.

Baca Juga: Pameran KKI 2022, Gladys: Saya Ingin Promosikan Kecap NTT di Kancah Nasional

"Keunggulan dari penerapan Kurikulum Merdeka ini adalah lebih relevan dan interaktif di mana pembelajaran melalui kegiatan project dan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi kemampuan mereka," jelas Veronika, Sabtu (28/05/2022) siang.

Tujuan dari merdeka belajar, yakni menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru karena selama ini pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daun Afrika Dapat Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Kamis, 6 Oktober 2022 | 09:41 WIB

Balita Stunting Bisa Dilacak lewat Aplikasi e-PPGBM

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:01 WIB
X