Gandeng Stakeholder di NTT, CF Bethesda Yakkum Komit Terlibat Dalam Percepatan Penurunan Stunting di NTT

- Senin, 20 Juni 2022 | 09:33 WIB
Workshop yang dilakukan dalam rangka mempercepat penanganan stunting beberapa waktu lalu. (Dok. )
Workshop yang dilakukan dalam rangka mempercepat penanganan stunting beberapa waktu lalu. (Dok. )

Acara workshop dihadiri oleh perwakilan BKKBN provinsi NTT, satgas percepatan penurunan stunting provinsi NTT, utusan dari Kabupaten Sumba Timur (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kepala Dinas PMD, perwakilan dinas Kesehatan), utusan dari Keabupaten Alor (perwakilan TP PKK, perwakilan dinas kesehatan dan perwakilan DPMD), utusan Kabupaten Malaka (Ketua TP PKK Kabupaten, perwakilan dinas kesehatan dan perwakilan dinas PMD), Wakil Direktur UPKM/CD Bethesda YAKKUM, Area Manager Malaka, Sumba Timur dan Alor.

Sementara Waki Direktu UPKM/CD Bethesda Yakkum Sukendri menjelaskan UPKM/CD Bethesda YAKKKUM merupakan salah satu NGO yang melaksanakan program di Alor, Malaka dan Sumba Timur untuk mempercepat penurunan kasus stunting di NTT melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Pendekatan berbasis masyarakat yang dilakukan yakni menempatkan Posyandu dan PKK sebagai basis upaya pencegahan stunting.

Baca Juga: 13 Mata Lomba Akan Meriahkan Pesparani Nasional 2022 di NTT

Strategi yang dirumuskan yaitu memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kapasitas kader untuk pengolahan bahan pangan lokal, meningkatkan kesadaran penduduk usia produktif untuk meningkatkan konsumsi makanan sehat dan perilaku hidup sehat, serta melakukan advokasi anggaran Dana Desa untuk pencegahan stunting di desa.

Sukendri mengatakan dinas kesehatan sampai tingkat Puskesmas dan bian Dsa diharapkan juga terus melakukan upaya-upaya pencegahan spesifik dan dinas terkait melakukan strategi pencegahan sensitif melalui program-program di masing-masing dinas.

Demikian juga dengan dukungan pemerintah melalui Dana Desa dengan program prioritas serta kewenangan desa terkait penguatan ketahanan pangan nabati dan hewani untuk mewujudkan desa tanpa kelaparan.

Baca Juga: 1.297 Peserta Ikut Funbike Semarak Bhayangkara Polda NTT

Ia mengatakan pencegahan stunting dapat mewujudkan desa sehat dan sejahtera.

Ia berharap kerjasama di semua tingkatan bisa ditingkatkan sehingga percepatan penanganan stunting bisa terlaksana dengan baik.***

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah PMK, PLBN Motaain Gunakan Karpet Disinfektan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:07 WIB
X