Mengenal Penggunaan Ganja Medis untuk Beberapa Jenis Penyakit

- Rabu, 29 Juni 2022 | 15:44 WIB
Ilustrasi tanaman ganja yang dimanfaatkan untuk kebutuhan medis.  (pixabay.com)
Ilustrasi tanaman ganja yang dimanfaatkan untuk kebutuhan medis. (pixabay.com)

KUPANG, VICTORY NEWS-Wacana legalitas penggunaan ganja medis di Indonesia berpeluang dibuka oleh DPR RI melalui revisi Undang-Undang Narkotika.

Menanggapi wacana tersebut, Christian Widodo yang merupakan dokter juga politisi dari PSI NTT ini turut membagi pengetahuan lebih luas soal manfaat ganja atau mariyuana untuk kebutuhan medis serta pertimbangan pengawasannya

Ganja medis sendiri dibutuhkan untuk terapi seperti pada penyakit alzheimer, sklerosis lateral amiotrofik (ALS), HIV/AIDS, penyakit crohn, epilepsi dan kejang, glaukoma, multiple sclerosis dan kejang otot, sakit parah dan kronis, mual atau muntah parah yang disebabkan oleh pengobatan kanker.

Baca Juga: Kolaborasi HIPMI Kupang dan HIPMI Sabu Raijua Berhasil Menjual Ratusan Ton Garam

Dalam salah satu persidangan perkara UU Narkotika yang digelar di MK pada Agustus 2021, ungkap Christian lagi, staf pengajar di Imperial Collage London Drug Science bernama David Nutt mengatakan penggunaan ganja medis atau cannabis medis aman bagi pasien dengan penyakit tertentu, contohnya epilepsi.

Untuk epilepsi sendiri, lanjut dia, terbukti telah banyak pasien epilepsi di beberapa negara yang melegalkan ganja dan mendapat terapi cannabis medis dengan tingkat efektivitas yang tinggi.

"Di sejumlah negara, ganja memang dilegalkan untuk kepentingan medis. Misalnya di Jerman, Italia, Belanda, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan Australia," jelasnya, Rabu (29/6/2022).

Menurut data dan penelitian yang dikumpulkan oleh banyak negara, paparnya lagi, disebut sangat sedikit dampak buruk atau masalah yang ditimbulkan dari penggunaan ganja sebagai obat medis dengan efektivitas yang cukup baik.

Baca Juga: Penutupan Holywings, Manajemen: Kami Kecolongan

"Akan tetapi penggunaannya tergantung syarat undang-undang di negara-negara yang melegalkan ganja medis sebagai pengobatan," tambah dia.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inspirasi Pagi: Kisah Air Pahit dan Kolam yang Luas

Kamis, 24 November 2022 | 07:35 WIB

Inspirasi Pagi: Mengubah Masalah Menjadi Peluang

Rabu, 23 November 2022 | 07:16 WIB

Kenali Kandungan Nutrisi Pada Tepung Beras

Selasa, 22 November 2022 | 14:43 WIB
X