Pokja Stunting NTT Dorong Pemerintah Daerah Data Balita Sesuai Realita bukan Prediksi

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:55 WIB
Ketua Pokja Stunting NTT, Sarah Lery Mboeik saat beraudiensi dengan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man beberapa waktu lalu. (victorynews.id/kekson salukh)
Ketua Pokja Stunting NTT, Sarah Lery Mboeik saat beraudiensi dengan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man beberapa waktu lalu. (victorynews.id/kekson salukh)

KUPANG, VICTORYNEWS-Kelompok Kerja (Pokja) Stunting NTT mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di NTT untuk melakukan pendataan terhadap anak-anak di NTT sesuai realita lapangan bukan prediksi.

Dengan pendataan sesuai realita, makan intervensi program pemerintah dalam menurunkan stunting terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pokja Stunting NTT, Sarah Lery Mboeik, dalam acara penilaian kinerja aksi konvergensi dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting terintegrasi di Provinsi NTT, yang digelar Bappelitbangda NTT, Selasa (2/8/2022) siang di Hotel Silvya, Kupang.

 Baca Juga: Lahirkan Tim Sepak Bolah Tangguh, Asprov PSSI NTT Pangkas Budaya Pilih Kasih

Pokja stunting NTT juga mendorong pemerintah daerag agar operasi timbang atau pengukuran terhadap anak-anak balita di NTT bisa mencapai 100 persen untuk mengetahui status gizi anak-anak.

"Kadang di sini sasarannya itu masih banyak sekali, tetapi faktanya tidak sampai. Misalnya Rote Ndao di sana sasarannya tujuh belas ribu balita, tetapi sebenarnya cuman tiga belas ribu, ini yang kita sedang benahi, sehingga data itu sesuai realita bukan prediksi," katanya.

Menurut Dia, setelah data operasi timbang/pengukuran dilakukan untuk mengetahui status gizi anak maka pemerintah harus melakukan intervensi program  bukan menonton data yang ada.

Baca Juga: Jadwal Terbaru Keberangkatan Kapal Ferry 3 Agustus 2022

"Kalau sudah mengetahui status gizi anak by name by address maka perlu intervensi pemerintah seperti penanganan misalnya ada kelola pola asuh, rumah tidak layak huni, masih adanya pelayanan kesehatan yang tidak merata, dan sebagainya," tandasnya.

Ia berharap hasil rapat evaluasi itu menghasilkan sebuah kebijakan yang baik dalam perencanaan dalam APBD tahun berikutnya.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagu Cinta Rizki Febian, Lirik Lagu Hingga Tua Bersama

Rabu, 28 September 2022 | 14:43 WIB

710 Lulusan UKAW Kupang akan Diwisuda Besok

Jumat, 23 September 2022 | 17:11 WIB
X