Pemerintah Perlu Angkat Harkat Perempuan Penenun di Desa

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 21:46 WIB
Gubernur NTT meninjau salah satu Exotic Tenun Fest (ETF) 2022. (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Gubernur NTT meninjau salah satu Exotic Tenun Fest (ETF) 2022. (victorynews.id/Putra Bali Mula)

KUPANG, VICTORYNEWS - Pemerintah perlu mengangkat harkat para perempuan penenun di desa-desa dengan menduniakan tenun.

Tenun yang merupakan hasil karya penenun di desa-desa merupakan karya intelektual dan komoditas ekonomi.

"Memang kita punya tenun ikat itu beragam. Tiap kabupaten itu punya motif masing-masing. Dari aspek ekonomi, itu punya nilai jual yang tinggi," kata Perseveranda, Akademisi Ekonomi Unwira Kupang, Jumat (13/8/2022).

Baca Juga: Soeratin Cup 2022, Menang Adu Penalti 4-2 Atas PSKK Kota Kupang, Perse Ende ke Final

Untuk itu, perlu dimulai dengan pemberdayaan perempuan di desa-desa supaya yang mendapat manfaat itu lebih banyak kaum perempuan juga.

Ia menyebut para perempuan penenun selama ini menjual hasil karyanya dengan murah lalu yang mengambil untuk menjual lagi itu yang dapat untung lebih banyak.

Maka itu untuk meningkatkan ekonomi kaum perempuan, perlu bergerak dari desa dan berdayakan kaum perempuan dengan usaha kerajinan tenun ikat.

Baca Juga: 13-15 Agustus, BMKG Peringatkan Adanya Hujan Disertai Angin Kencang

"Memang pemerintah juga membantu, tapi itu biasanya juga tidak berkelanjutan. Kalau kita mau memberikan kontribusi untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga khususnya di desa, karena dari desa juga akan membentuk perekonomian wilayah, khususnya NTT," ungkap dia lagi.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagu Cinta Rizki Febian, Lirik Lagu Hingga Tua Bersama

Rabu, 28 September 2022 | 14:43 WIB

710 Lulusan UKAW Kupang akan Diwisuda Besok

Jumat, 23 September 2022 | 17:11 WIB
X