Kain Tenun, Proklamasi, dan Orang NTT (Bagian 1 dari 3 Tulisan)

- Senin, 15 Agustus 2022 | 20:02 WIB
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat melihat tenun khas dari NTT di salah satu stand Exotic Tenun Fest. Bagi orang NTT kain tenun sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan keseharian mereka (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat melihat tenun khas dari NTT di salah satu stand Exotic Tenun Fest. Bagi orang NTT kain tenun sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan keseharian mereka (victorynews.id/Putra Bali Mula)

JAKARTA, VICTORYNEWS- Kain Tenun sudah sangat lama dikenal oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diperkirakan, kain tenun ini sudah ada sejak 3.500 tahun yang lalu. Kain tenun berkembang seiring dengan peradaban masyarakat NTT.

Bagi orang NTT, kain tenun memiliki fungsi yang sangat penting di dalam kehidupan.

Secara umum, ada tiga fungsi utama kain tenun bagi orang NTT.

Baca Juga: Deni Darko Ungkap Fakta Kesalahan Sule, Terlalu Cepat Menikahi Nathalie

Pertama, sebagai pelindung tubuh. Kain tenun, khususnya selimut dan sarung merupakan pakaian yang digunakan masyarakat sehari-hari, terutama mereka yang hidup di perdesaan.

Kedua, sebagai bagian dari upacara adat, baik itu perkawinan, kematian, menyambut tamu, dan sebagainya.

Ketiga, sebagai penopang ekonomi keluarga. Karena itulah, orang tua zaman dulu hanya akan menikahkan anak gadisnya, jika sang anak sudah mampu membuat satu kain tenun.

Kemampuan menghasilkan kain tenun bagi anak gadis dianggap sebagai akil balik atau tanda sang anak sudah siap untuk berumah tangga.

Halaman:

Editor: Paulus N

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagu Cinta Rizki Febian, Lirik Lagu Hingga Tua Bersama

Rabu, 28 September 2022 | 14:43 WIB

710 Lulusan UKAW Kupang akan Diwisuda Besok

Jumat, 23 September 2022 | 17:11 WIB
X