Sesillia, Balita Cantik Penderita Hidrosefalus di Manggarai Timur Butuh Bantuan

- Jumat, 30 September 2022 | 12:08 WIB
Inilah Maria Sesillia Balita Pengidap Penyakit Hidrosefalus di Manggarai Timur yang butuh bantuan untuk biaya pengobatan. (Victorynews.id/edvon malyanto)
Inilah Maria Sesillia Balita Pengidap Penyakit Hidrosefalus di Manggarai Timur yang butuh bantuan untuk biaya pengobatan. (Victorynews.id/edvon malyanto)

BORONG, VICTORYNEWS-Maria Sesillia, Balita cantik putri dari ibu Hendrika Ndondi kini terbaring lemah di rumahnya di Golo Karot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, karena menderita penyakit hidrosefalus.

Sesillia harus menerima rasa sakit yang dideritanya semenjak 6 bulan di dalam kandungan sang ibu. Di usianya yang kini baru mau memasuki lima tahun, Sesillia tak bisa beraktivitas seperti anak-anak seusianya akibat penyakit hidrosefalus yang dideritanya.

Sesilia kecil, tumbuh dalam rangkulan kasih meski dengan keterbatasan kedua orangtuanya. Ibu dan ayahnya meyakini, Sesilia adalah malaikat kecil yang Tuhan hadiahkan untuk mereka.

Kepada media victorynews.id Jumat (30/9/2022) Hendrika mengisahkan kala itu hatinya sangat sedih ketika dokter mengatakan bahwa putrinya Sesillia mengidap penyakit Hidrosefalus.

Baca Juga: Tak Terima Wajahnya Dibuat Baliho Sebagai Penipu, Pemilik Travel Lapor Balik Korban

Penyakit yang bisa menyebabkan penderita mengalami gangguan tumbuh kembang hingga penurunan kecerdasan bahkan kerusakan otak akibat penumpukan cairan di rongga otak.

Mendapatkan ujian seberat itu, Hendrika Ndondi mengakui bahwa dirinya sempat putus asa apalagi pada saat dokter menyarankan agar Sesillia sebaiknya dibawa ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar untuk dioperasi yang hingga kini belum bisa dilakukannya akibat terkendala biaya yang sangat besar.

Menurut Hendrika, selama ini ada keluarga yang berbaik hati ikut membantu menanggung beban yang dialami dirinya dan suami, adalah pasangan suami istri Benedikta Saka dan Donatus Jelatu.

Meski telah memasuki usia senja, mama Benedicta Saka dan suaminya terus berjuang dengan sisa tenaga yang mereka miliki demi terjawabnya kerinduan mereka agar Sesillia bisa sembuh dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.

Baca Juga: Pemkot Kupang Pangkas Rp5,9 Miliar Bantuan Pangan Non Tunai Daerah

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inspirasi Pagi: Kisah Dr Chang dan Segelas Susu

Rabu, 7 Desember 2022 | 04:05 WIB

Inspirasi Pagi: Arahkan Pandangan Hanya pada Hal Baik

Senin, 5 Desember 2022 | 04:00 WIB

Inspirasi Pagi : Masalah Bukan Beban tetapi Solusi

Minggu, 4 Desember 2022 | 07:59 WIB
X