Pesan Harmoni dalam Keberagaman dari NTT untuk Indonesia ( Tulisan 1 dari 2 bagian)

- Senin, 31 Oktober 2022 | 13:56 WIB
Banyak hal telah dialami oleh peserta Pesparani Nasional II di Kupang, NTT, satu hal terpenting pesan harmoni dalam keberagaman bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh peserta ke daerahnya masing-masing
Banyak hal telah dialami oleh peserta Pesparani Nasional II di Kupang, NTT, satu hal terpenting pesan harmoni dalam keberagaman bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh peserta ke daerahnya masing-masing


KUPANG,VICTORYNEWS- Hari ini 31 Oktober 2022, tepat di akhir bulan Oktober, kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani ) Katolik Nasional II di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditutup.

Semua pesta akan diakhiri. Semua peserta akan kembali ke daerahnya masing-masing. Ada banyak kenangan dan peristiwa iman yang dialami dan dirasakan kontingen dari 34 provinsi yang ambil bagian dalam Pesparani Nasional II di Kupang, NTT ini.

Satu hal yang patut dicatat dari pelaksanaan kegiatan Pesparani Nasional II di Kota Kupang, NTT ini adalah keterlibatan semua unsur masyarakat, tak terkecuali semua umat beragama yang ada di NTT, khususnya di Kota Kupang.

Baca Juga: Mantan ART Gandeng Pengacara Siap Hadapi Somasi Nathalie Holscher Lewat Jalur Hukum

Semua bersatu padu bekerja sama menyukseskan acara ini. Kegiatan Pesparani Katolik Nasional II ini serasa bukan hanya kegiatan umat Katolik saja, tetapi menjadi kegiatan semua umat beragama yang ada di NTT, utamanya yang ada di Kota Kupang.

Bagaimana tidak? Kegiatan akbar nasional Gereja Katolik ini dipimpin oleh ketua panitia seorang Muslim. Dia adalah mantan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) NTT, KH Jamaludin Ahmad.

Semua yang ikut ambil bagian dalam menyukseskan Pesparani Nasional II di Kota Kupang ini datang dari beragam latar belakang sosial, ekonomi, ras, suku, dan agama. Namun, tak ada satu pun yang merasa lebih besar dari yang lain, atau merasa terasing di tengah panitia dan tim pendukung.

Tak ada mayoritas dan minoritas. Semua menyatu dalam satu harmoni. Hanya ada satu rasa, ini pesta kita bersama dan pesta ini harus sukses. Semua yang datang harus terlayani dengan baik dan semua harus pulang dalam suka cita sebagaimana layaknya sebuah pesta.

Baca Juga: USAID Momentum Fasilitasi Pertemuan Pokja AKI dan AKB Kabupaten Malaka

Halaman:

Editor: Paulus N

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X