Kisah Irene Mella, Penenun Cilik dari Desa Biloto Kabupaten TTS, Belajar Menenun dari Umur 8 Tahun

- Selasa, 6 Desember 2022 | 15:44 WIB
Irene E Mella saat memerkan kain tenun yang ia hasilkan, Selasa (6/12/2022) (Dok. BKSDA NTT)
Irene E Mella saat memerkan kain tenun yang ia hasilkan, Selasa (6/12/2022) (Dok. BKSDA NTT)

KUPANG, VICTORYNEWS-Tenun NTT merupakan kekayaan intelektual yang telah diwariskan secara turun temurun di Nusa Tenggara Timur.

Setiap kabupaten bahkan desa di NTT memiliki ciri khas motif tertentu yang memiki makna sesuai nilai budaya, spiritual dan kearifan lokal yang mereka yakini.

Di tengah perkembangan zaman, banyak orang muda mulai melupakan warisan nenek moyang apalagi mempelajari cara menenun.

Sulit menemukan orang muda di desa yang masih mau sungguh-sungguh belajar untuk menenun.

Baca Juga: Bank NTT Cabag Ende Fasilitasi Penenun untuk Inovasi Produk Tenun Ikat

Namun, kisah inspiratif datang dari seorang gadis cilik asal Desa Biloto, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Irene E Mella, gadis berumur 12 tahun tampak bangga memamerkan hasil tenunnya yang luar biasa.

Meski masih sedikit malu-malu saat memamerkan hasil karyanya dalam acara penutupan Pelatihan Pewarnaan Alami untuk Tenun Ikat di Kota Soe, Kabupaten TTS, Selasa (7/11/2022) yang diselenggarakan BBKSDA NTT dan Warlami, namun Irene bahagia bisa berkarya.

Irene mengaku mulai belajar menenun saat berusia 8 tahun.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X