DUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH! Ini Kegiatan yang Dilakukan PD IAI NTT di Pulau Terluar

- Senin, 20 Februari 2023 | 20:45 WIB
Ketua PD IAI NTT,  apt. Frama El Lefiiyana Pollo, foto bersama organ-organ yang bernaung di bawah PD IAI NTT, belum lama ini.  (victorynews.id/yance jengamal)
Ketua PD IAI NTT, apt. Frama El Lefiiyana Pollo, foto bersama organ-organ yang bernaung di bawah PD IAI NTT, belum lama ini. (victorynews.id/yance jengamal)

KUPANG, VICTORYNEWS-Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) NTT mendukung pembangunan bidang kesehatan pada daerah terluar di NTT. Ada beberapa kegiatan yang digelar PD IAI NTT di pulau terluar sebagai bentuk dukungan pembangunan daerah.

Pulau Sabu merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi sasaran kegiatan PD IAI NTT tahun 2022 dalam mendukung pembangunan daerah. Ada beberapa kegiatan yang digelar di daerah yang masuk kategori pulau terluar tersebut.

Salah satu anggota Majelis Kode Etik Ikatan Apoteker Indonesia atau MKEIAI PD IAI NTT, apt. Ni Nyoman Yuliani, saat berbincang dengan victorynews.id, usai dialog di RRI Kupang belum lama ini menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan PD IAI NTT di pulau terluar yakni Pulau Sabu.

Baca Juga: FKMPI Harus Menghasilkan Ide dan Gagasan Untuk Kemajuan Pendidikan Vokasi

Beberapa kegiatan yang digelar di Pulau Sabu tersebut adalah sosialisasi Dagusibu itu (Dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat dengan benar) dan pengobatan gratis kepada masyarakat.

"Melalui Dagusibu, IAI menggerakan anggotanya yang ada di Sabu untuk membantu melakukan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana cara mendapatkan obat di sarana resmi, menggunakan, menyimpan dan membuang, serta meminta masyarakat melaporkan jika ada peredaran obat di sarana tidak resmi," jelasnya.

Saat ini PD IAI NTT juga mendorong pemerintah daerah terluar untuk meningkatkan usulan formasi CPNS dan PPPK khusus untuk apoteker  agar penyebaran apoteker di pulau terluar bisa merata.

Baca Juga: Politeknik Negeri Kupang Tuan Rumah Sarasehan Nasional ke-23 FKMPI

Ketua PD IAI NTT,  apt. Frama El Lefiiyana Pollo, mengatakan, organisasi yang dipimpinnya itu akan membentuk desa binaan penurunan stunting dengan menggandeng beberapa stakeholders terkait.

Desa binaan penurunan stunting yang dipilih yakni desa dengan kasus stunting tinggi namun  belum diintervensi dinas kesehatan.***



Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMAN 1 Nubatukan Lembata Terapkan PPDB Online

Kamis, 8 Juni 2023 | 19:47 WIB
X