IBT Jadi Evaluasi Kebangkitan Tinju NTT

berbagi di:
Johni Asadoma

 

 

 

Gerasimos Satria
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pertina, Brigjen Pol Johni Asadoma mengatakan, setelah melihat penampilan petinju Indonesia maka perlu dilakukan pembenahan.

“Masih perlu banyak pembenahan, kita harus mengakui itu. Kita harapkan ini jadi pengalaman untuk evaluasi penampilan petinju kita, sehingga ke depan akan lebih baik,” kata Johni.

Dia menambahkan, targetnya adalah minimal petinju Indonesia mendapat satu emas di turnamen itu. “Target kita minimal satu emas. Karena ini event cukup besar, pesertanya juga banyak kemudian cukup tangguh-tangguh. Jadi kita tidak muluk-muluk. Kita harapkan dari tim Pelatnas A bisa dapat satu emas,” kata Johni.

Namun demikian, Brigjen Johni yakin bahwa Piala Presiden ke-23 tahun 2019 di Labuan Bajo akan menjadi ajang kebangkitan tinju Indonesia, khususnya NTT. Ia mendorong Pertina di tiap daerah di NTT untuk lebih fokus lagi mengembangkan olahraga tinju.

Untuk mengembangan olahraga tinju di NTT, menutut dia, dibutuhkan banyak pembenahan mulai dari arena tinju dan atlet tinju. Butuh keseriusan pemerintah daerah di NTT untuk mengembangkan olahraga tinju ini. “Banyak petinju asal NTT yang sudah cukup terkenal di tingkat nasional. Kami mendorong pemerintah daerah untuk serius mengembangkan tinju di setiap daerah di NTT,” ujar Johni Asadoma, yang juga Wakapolda NTT ini. (mg-17/R-4)