Ikan Nipi Langka Sejak Desember

berbagi di:
Ikan Nipi Langka Sejak Desember

Vance Seran, penjual ikan di Jalan Timor Raya melayani pembelinya. Gambar diabadikan, Selasa (26/2). Foto: VN/PUTRA BALI MULA

 

Putra Bali Mula

Hingga akhir bulan Februari jenis ikan nipi semakin jarang dijual. Selain itu terjadi kenaikan harga jual pada jenis ikan kombong.
Pedagang ikan di Pasar Oeba Kupang dan pedagang ikan di pinggiran jalan pun mengeluhkan hal tersebut. Mereka menyebut bahwa kelangkaan ikan nipi dan naiknya harga ikan kombong kerap terjadi sejak Desember lalu sampai dengan akhir Februari ini.

Yandri misalnya, pedagang sekaligus nelayan di Pasar Oeba ini mengeluhkan bahwa kelangkaan ikan jenis nipi sering terjadi bahkan kini langka sejak Desember lalu, sementara harga ikan kombong terpaksa dijual tinggi.

Kepada VN, Rabu (27/2), Yandri hanya menyediakan ikan mancing, tongkol, dan kombong. Seperti diakuinya, satu kumpul ikan kombong yang berjumlah sekitar lima ekor itu dijual dengan harga Rp 20 ribu. Meski demikian, Yandri mengaku permintaan terhadap ikan jenis ini normal walaupun sempat berkurang pada Januari sebelumnya.

“Memang hasil tangkapan begini. Januari itu ikan kombong sempat melimpah beberapa minggu, jadi kita bisa jual Rp 20.000 per 10-12 ekor. Masuk Februari kadang satu kumpul itu hanya tujuh ekor saja,” ungkapnya.

Sementara ikan jenis nipi memang diakui Yandri sudah sulit ditemukan sejak Desember lalu. Ia juga tidak bisa menduga kapan jenis ikan tersebut pasokannya normal.

Hal yang sama pun diungkapkan Vance Seran. Pria penjaja ikan di Jalan Timor Raya ini pun hanya menjual beberapa jenis ikan seperti yang dijual Yandri di Pasar Oeba. Vance yang ditemui VN, Selasa (26/2) lalu masih kesulitan mencari ikan nipi, maka dari itu ia hanya menjual ikan kombong besar dan kecil, tongkol, serta ikan mancing.

Ia mengeluhkan soal naiknya harga ikan kombong sejak Januari. Sebelum bulan itu biasanya ia mengambil ikan jenis tersebut dengan harga Rp 250 ribu untuk ukuran satu ember oker besar. Kini ia mengaku paling rendah untuk ukuran satu ember besar tersebut diambil dengan harga Rp 500 ribu. Sebab itu, ia berhenti mengambil ikan kombong besar sejak Januari lalu.

“Harganya sekarang di Rp 500 ribu per satu ember oker ukuran besar. Kalau saya paksa beli palingan nanti jual kembali tiga hingga lima ekor, jadi pembelinya pun pasti hanya lewat. Lebih baik tidak usah saya ambil,” ungkapnya.

Namun begitu, Vance mengaku ikan tongkol saat ini sedang turun harga. Sebelumnya ikan tongkol dijual Rp 20.000 per delapan ekor, tetapi kini dijual 12 ekor dengan harga serupa.
Sementara untuk ikan jenis nipi memang diakui Vance sudah sangat jarang ditemukan sejak Desember lalu. (mg-06/E-1)