India Juara Umum 23Rd President’s Cup @019

berbagi di:
Ketua Umum PP Pertina, Johni Asadoma mengangkat Piala Presiden RI sebelum menyerahkannya kepada Tim India sebagai juara umum. Foto: Gerasimos Satria/VN

Ketua Umum PP Pertina Brogjen Pol Johni Asadoma menyerahkan Piala Presiden kepada Tim India sebagai juara umum usai pertandingan final, kemarin. Foto: Gerasimos Satria/VN

 
Gerasimos Satria

Para petinju dari India berhasil menjadi juara umum pada kejuaraan International Boxing Tournament (IBT) 23rd President’s Cup 2019 yang digelar sejak 22-28 Juli di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Meraih tujuh medali emas, dan dua medali perak, India menngalahkan para petinju dari 28 negara yang ambil bagian dalam event kejuaraan tersebut.

Dalam event tinju di kota pariwisata Labuan Bajo itu, Tim India diperkuat 10 petinju. Tujuh di antaranya meraih emas yakni Swami Neeraj (Ligt Fly 46-49 kilogram), Chopade ananta Pralhad (Fly 52 kg), Monika (Women’s Light Fly 45-48 kg), Hmangte Chungiejanfg Mery Kom (Women’s Fly 48-51 kg), Boro Jamina (Women’s Bantam 51-54 kg), Dahiya Angkush (Light Welter 64 kg), dan Baatth Simratjin Kaur (Women’s Light 57-60 kg).

Hanya satu petinju yang gagal meraih medali. Dua petinju lainnya dari Negeri Gajah Putih yang meraih medali perak, yakni Dinesh (Walter 59 kg) dan Bidhuri Gaurav (Bantam 56 kg). Sementara, tim tuan rumah, Indonesia berada di urutan kedua dengan perolehan empat medali emas, dua perak dan 11 perunggu.

Manajer Tim India, Gopal Singh Kholia kepada wartawan mengaku bangga dengan senang terhadap prestasi yang diraih oleh para atlet tinju dari negaranya. Ia bahkan mengaku tidak menyangka mampu meraih banyak medali emas dan menjadi juara umum. Padahal persiapan yang dilakukan menghadapi event tersebut hanya tiga bulan.

“Ini bukan kerja petinju tetapi kerja tim, mulai dari pelatih hingga petinju itu sendiri. Rata-Rata petinju yang menang adalah petinju yang pengalaman tinjunya di tingkat internasional masih kurang,” ungkap Gopal.

Dia mengaku dalam IBT Piala Presden ke-23 tahun 2019 pihaknya hanya takut dengan Tim Indonesia dan Italia. Itu terbukti petinju India, Bidhuri Gaurav yang bertarung di kelas Bantam 56 kg kalah melawan petinju Indonesia di partai final.

Meski berhasil menjadi juara umum pada IBT Piala Presiden tahun ini, Gopal mengatakan akan tetap mendorong para petinjunya untuk terus berlatih guna menghadapi event-event internasional lainnya.

Dia berjanji akan kembali ke Indonesia bersama para petinju terbaiknya pada event IBT tahun berikutnya. Dia meminta para petinjunya disiplin berlatih agar bisa mempertahankan gelar kejuaraan yang diraih tahun ini.

foto-hal-01-ketua-pb-pertina-angkat-piala

Petinju India peraih emas, Chopade Ananta Pralhad mengatakan, ia tidak menyangka menang dalam laga final kelas Gly 52 kg. Sebab, ia baru pertama kali mengikuti event tinju tingkat internasional. Selama ini dirinya hanya bertarung pada event-event nasional.

“Ini baru pengalaman pertama saya mengikuti event tinju internasional. Saya bangga menjadi pemenang dan tidak menyangka menjadi juara,” ungkap Chopade Ananta.

Ketua Panitia IBT Piala Presiden RI ke 23 tahun 2019, AKBP Julisa Kusumowardino menyampaikan apresiasi kepada kontingen dari 28 negara yang sudah mengikuti 76 pertarungan selama event IBT 2019 di Labuan Bajo. Para petinju dari setiap negara sudah menunjukkan kemampuan bertarung yang terbaik.

Dia mengatakan hadiah bagi petinju yang meraih medali emas yakni 600 dolar AS, peraih medali perak 400 dolar AS, dan peraih medali perunggu 200 dolar AS, ditambah hadiah tambahan dari PP Pertina.

Ketua Umum PP Pertina, Johni Asadoma dalam sambutannya pada penutupan IBT Piala Presiden ke-23 tahun 2019, mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Gubernur NTT, dan Bupati Manggarai Barat yang telah mendukung pelaksanaan event tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat Mabar yang telah dengan ramah melayani wisatawan yang menyaksikan event IBT di Labuan Bajo.

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula mengapresiasi petinju yang telah mengharumkan nama negaranya dalam event tersebut. Dirinya meminta kepada petinju yang berhasil menjadi juara untuk tetap mempertahankan prestasinya.

Dia juga mengharapkan agar event IBT di Labuan Bajo memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan sektor pariwisata Mabar. Ia meminta para petinju dari 28 negara yang ambil bagian dalam event tersebut, agar menceritakan tentang keindahan Mabar di negaranya masing-masing.

“Petinju sudah mengunjungi obyek wisata di Manggarai Barat. Harapannya dapat mempromosikan obyek wisata yang ada di Manggarai Barat di negaranya,” harap Gusti Dula. (mg-17/E-1)