Ini kronologis Terbaliknya Kapal Plataran Phinisi di Labuan Bajo

berbagi di:
img-20200121-wa0047

 

 

 

Maykal Umbu

Kapal Plataran Phinisi Bali yang memuat wartawan istana terbalik  Selasa (21/1) sekitar pukul 12.00 Wita di perairan sekitar pulau Bidadari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang diterima VN dari Kabid Humas Polda NTT Kombel Pol. Johanes Bangun menjelaskan KLM Plataran Phinisi Bali GT 32 merupakan milik Plataran Resort Labuan Bajo.

Berdasarkan keterangan dari Kapten Kapal Plataran Phinisi Bali Andy Ahmad (28) kapal berangkat sekitar pukul 11.00 Wita  dengan membawa 9 orang tamu Pers Kepresidenan bertolak dari Dermaga Kayu Plataran Resort Labuan Bajo menuju ke Bidadari yang berjarak sekitar 0,5 mil untuk melakukan kegiatan pengambilan gambar panorama dengan menggunakan layar kapal.

Jumlah penumpang seluruhnya ada 16 orang yakni. Terdiri dari 1 kapten kapal, Andy Ahmad, 3 orang ABK, Densi Gau (40), Muhamad Roni (20), Muhamad Wahyu (20) serta 12 tamu (1 orang istri ABK dan 1 anak ABK  juga 9  tamu pers Kepresidenan).

12 tamu tersebut yakni Edho Ferdinazah, Anindyka Pribadi, Sri Krismastianti Barumo Suryo Kusumo, Agus Rahmat, Agus Susilo, Deska Nidia Natalia, Lisa Ekeham, Nita Sari, Iwan, Jack (guide), Hasnintang (istri ABK), dan Danis (anak ABK berusia 9 tahun).

Saat kapal tiba pukul 11.30 Wita di Perairan Bidadari posisi kapal langsung berputar haluan menuju ke arah Labuan Bajo dan kapal terus berlayar. Tiba-tiba angin kencang sekitar pukul 12.00 wita tiba-tiba angin kencang menerpa kapal. Saat itu, layar kapal yang sebelumnya digunakan saat berlayar belum sempat diturunkan sehingga kapal langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kir. Melihat situasi tersebut,  kapten kapal dan crew kapal langsung mengeluarkan pelampung atau life jacket dan perahu karet atau liferaft untuk digunakan  para penumpang.

Sekitar pukul 12.15 Wita, tiga speed boat milik Plataran menuju ke perairan Bidadari untuk mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang selamat dan langsung dibawa menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo.

Sementara Joshua penanggung jawab Plataran resort membenarkan terbaliknya kapal tersebut.

Menurut Joshua, kapal tersebut memang hanya untuk berputar- putar dekat perairan Bidadari untuk mengantar para wartawan yang meliput.

Ia mengatakan saat kapal berangkat, cuaca masih cukup tenang.

“Mengetahui kapal Pinisi bali Pelataran tenggelam maka speed boat kami sebanyak 3 (tiga) unit langsung melakukan evakuasi para penumpang dan crew kapal karena jarak pandang lokasi kejadian dengan hotel itu sangat jelas,” ujarnya.

Ia mengimbay wartawan atau media yang ikut jadi korban dalam pelayaran tersebut bisa memberitakan kejadian yang sebenarnya agar berita tidak simpang siur.

Sementara, Kepala Syahbandar Labuan Bajo Simon Baun mengatakan agar pihak Plataran memperhatikan prosedur yang ada bahwa setiap pergerakan kapal perlu segera dikoordinasikan ke pihak syahbandar karena saat ini sesuai dengan data BMKG bahwa cuaca menjelang Hari raya Imlek ini sangat tidak bersahabat. (bev/ol)