Investasi Pariwisata NTT Tumbuh di tengah Pandemi

berbagi di:
img-20210128-wa0037

 

 

 

Kekson Salukh

Melihat pertumbuhan pariwisata di Provinsi NTT yang semakin baik, bahkan di tengah pandemi Covid-19, banyak investor tertarik untuk berinvestasi.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan itu saat menjadi salah satu narasumber pada webinar MGN (Media Group News) Summit 2021 Wonderful Indonesia, Kamis (28/1).

Viktor mengatakan, banyak investor tertarik untuk berinvestasi di NTT.

“Semangat investor ke Sumba, Rote dan Flores di saat daerah lain mulai turun tapi NTT malah sebaliknya. NTT saat ini menarik semangat investor untuk berinvestasi di Sumba, dan Flores sangat luar biasa. Saya lihat beberapa resort besar di Rote Ndao, dan ada resort besar kelas dunia di Sumba,” tandasnya.

Pemerintah NTT, kata VBL, sedang mendorong pembangunan infrastruktur secara baik. Lambat atau cepat akan diselesaikan, walaupun terkendala pandemi Covid-19.

“NTT sangat diberkati karena memiliki destinasi wisata komodo yang sebagai rahmat luar biasa dari Tuhan. Kami sedang mendorong pembangunan infrastruktur dan pengelolaan Taman Nasional Komodo,” ujarnya.

Ia juga berterimakasih atas dukungan pemerintah pusat terkait pemanfaatan energi panas matahari di Sumba nantinya. “Energi terbarukan dari panas matahari yaitu di NTT yang diprakarsai oleh Menteri ESDM sebagai program nasional,” ungkapnya.

Ia menyebut pemerintah pusat telah memberikan perhatian yang luar biasa untuk NTT sejauh ini, namun aksesibilitas dan infrastruktur masih menjadi gangguan konektivitas internet dan jalan yang berdampak luas.

“Tidak hanya wisata premium tapi berbagai wisata di daerah itu dan pengembangan infrastruktur dan persoalan sampah di daerah-daerah wisata masih perlu dibenahi,” ungkapnya.

Menurutnya, lebih mudah membangun infrastruktur dibandingkan mengubah pola pikir masyarakat.
Moda transportasi udara di NTT dari berbagai wilayah lainnya di Indonesia langsung ke tempat wisata di NTT, khususnya

Labuan Bajo, masih minim. Ia ingin rute penerbangan langsung Labuan Bajo dari berbagai wilayah di Indonesia dapat diwujudnyatakan.

Ia menyebut rantai pasokan makanan dalam dukungan terhadap pariwisata dari sektor pertanian dan peternakan menjadi kunci dan telah ditetapkannya.

“Pemerintah NTT akan menyiapkan daging terbaik,” ungkapnya.

Daging terbaik dimaksud adalah daging sapi wagyu yang dihasilkan di NTT. Selain itu pula berbagai komoditas khas lokal akan disajikan dalam pariwisata NTT.

Presiden Direktur Metro TV, Don Bosco Selamun, yang juga berperan sebagai moderator pada kesempatan tersebut setuju dengan pendapat Viktor secara garis besar.

“NTT memang punya kualitas dan potensi untuk berubah dan naik kelas,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif, pada kesempatan sebelumnya menyebut Pemerintah Pusat mendukung NTT dalam konektivitas internet 4G.

“Termasuk pembangunan wisata di labuan Bajo perlu dilengkapi dengan sinyal yang kuat sehingga dapat lebih baik,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam kesempatan yang sama menyampaikan, lebih dari ratusan triliun rupiah digunakan warga Indonesia untuk liburan ke luar negeri setiap tahun. Ia berharap alokasi tersebut dialihkan untuk wisata di dalam negeri.

“Jadi ada Rp150 triliun keluar dari Indonesia karena kita asyik berlibur ke negara-negara favorit kita,” ungkap Sandiaga dalam webinar tersebut.

Menurut dia, jika 20-30 persen dari dana itu dialihkan untuk wisata nusantara, ada pemasukan hingga Rp50 triliun. Apalagi saat ini, Indonesia tengah mengembangkan lima Destinasi Superprioritas “Bali Baru”, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. (mg-06/mg-10/R-2)