Istri Tak Jadi Tenaga Kontrak, Suami Segel Dua SD dan Kantor Camat

berbagi di:
foto-hal-01-cover-150519-foto-penyegelan-kantor-camat-dan-sekolah-di-rote-ndao-4

Pintu gerbang kantor Camat Ndao Nuse dan SDI Mbiulombo di Pulau Ndao dipaku dengan kayu palang oleh pemilik tanah. Aktivitas di sekolah tersebut dan juga di kantor camat lumpuh total. Foto: Istimewa

 

 

Dikson Neolaka

Setelah menyegel Puskesmas Ndao, pemilik tanah Hen Kotten kembali menyegel SDI Mbiulombo dan SDI Holo Hanya dan kantor Camat Ndao Nuse di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di dua SD tersebut dan kantor Camat Ndao Nuse lumpuh total.

Penyegelan diduga dilakukan pada Minggu (12/5) lalu dan baru diketahui Senin (13/5). Kedua SD Inpres tersebut dipaku dengan kayu palang pada semua pintu ruangan. Para guru dan siswa datang pada Senin pagi terpaksa diliburkan.

Salah satu guru pada SDI Mbiulombo, Bernard Foeh yang dihubungi melalui telpon selulernya, Selasa (14/5), membenarkan kejadian tersebut.

“Kami sendiri tidak tahu. Pada hari Senin ketika kami dan anak anak hendak masuk sekolah, ternyata semua pintu masuk ruangan sudah dipaku dengan kayu melintang. Kami minta anak-anak tidak memasuki gedung sekolah dan berkumpul di lapangan sepakbola Ndao,” tuturnya.

Kantor Camat yang disegel pemik tanah. Foto: Istimewa
Kantor Camat yang disegel pemik tanah. Foto: Istimewa

Foeh juga membenarkan ikhwal penyegelan kantor Camat Ndao Nuse. Pintu pagar dan pintu utama kantor camat itu dipaku dengan kayu melintang. Semua pegawai hanya bisa berkumpul di depan kantor camat.

Ia mengaku belum mengetahui alasan penyegelan itu.

“Kami pasrah saja sambil menunggu upaya penyelesaian pemilik tanah dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,” katanya.

Informasi yang dihimpun VN, menyebutkan penyegelan dilakukan Kotten karena istrinya tidak diakomodir menjadi Tenaga Kontrak Daerah (TKD) Kabupaten Rote Ndao tahun 2019. Padahal, sebelumnya sudah ada perjanjian dengan Pemkab Rote Ndao agar keluarganya diakomodir menjadi TKD.

Sekda Rote Ndao, Jonas Selly yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya penyegelan.

Menurutnya, sudah ada negosiasi dengan pemilik tanah terkait persoalan tersebut.

Para guru dan siswa dari kedua sekolah dasar yang disegel terpaksa berkumpul di lapangan lalu diliburkan. Foto: Istimewa
Para guru dan siswa dari kedua sekolah dasar yang disegel terpaksa berkumpul di lapangan lalu diliburkan. Foto: Istimewa

Ia berharap pemilik tanah bisa membuka segel dan aktivitas pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar bisa normal lagi.

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Herry Wibowo yang dihubungi melalui Kapospol Ndao Nuse, Bripka Nikson Koroh mengatakan penyegelan dilakukan karena persoalan pribadi antara pemilik tanah dengan Pemkab Rote Ndao. Meski demikian, sudah ada kesepakatan kedua pihak dan pemilik tanah sudah melepaskan kayu yang sebelumnya dipaku pada gedung milik pemerintah itu.

Semetara Hen Kotten yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa memberikan pernyataan karena baru saja akan melaut. (mg-16/C-1)