Jaga Stabilitas Harga, TPID NTT Gelar Sidak

berbagi di:
foto-hal-09-rapat-tpid-ntt-edisi-310519

Suasana rapat TPID Provinsi NTT dalam rangka stabilisasi harga di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kupang, Rabu (29/5). Foto: Maykel Umbu/VN

Maykel Umbu

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggra Timur (NTT) melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni sidak ke beberapa tempat antara lain: Pasar Inpres Naikoten 1, Pasar Oeba, Pelabuhan Tenau, BULOG, gudang distributor, Bandara El Tari, dan dilanjutkan pada rapat koordinasi (rakor) High Level Meeting (HLM) untuk membahas langkah strategis dalam rangka menghadapi potensi inflasi pada Hari Raya Idul Fitri.

Pantauan VN, Rabu (29/5), rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ben Polo Maing didampingi oleh Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Lery Rupidara serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT selaku Wakil Ketua TPID, Muhammad Syahrial. Turut menghadiri kegiatan seluruh anggota TPID Provinsi NTT.

Sekretaris Daerah Provnisi NTT, Ben Polo Maing menyampaikan apresiasi atas kinerja TPID Provinsi NTT. Ia optimistis terhadap kestabilan harga komoditas di Provinsi NTT menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja TPID atas dukungannya kepada pemerintah provinsi, dengan adanya sidak seperti ini kestabilan harga di pasar dapat terjaga dengan baik. Saya berharap seluruh stakeholder juga dapat memberikan dukungan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Syahrial, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dalam paparannya menyampaikan bahwa hingga bulan April 2019, inflasi Provinsi NTT masih terjaga di level yang cukup rendah.

“Pada bulan April 2019, Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, terutama disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara administered prices. Sedangkan penyumbang inflasi lainnya adalah inflasi komponen bergejolak (Volatile Foods) yaitu komoditas bawang putih, bawang merah, cabai rawit, dan ikan segar.

Berdasarkan hasil sidak dan rakor HLM TPID tersebut, diperoleh informasi bahwa diperkirakan inflasi pada saat ini masih cukup terkendali.

Pernyataan ini ditandai dengan stabilnya harga komoditas di beberapa pasar. Contohnya, bawang putih sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp 80.000-Rp 90.000 per kilogram, kini berkisar antara 50.000-Rp 60.000 karena ada pasokan baru dari Surabaya. Sementara harga bawang merah Rp 25.000-Rp 30.000 pasca panen di Kupang Barat. Harga komoditas lainnya daging ayam ras, daging sapi, telur ayam juga relatif stabil.

Di sektor peternakan, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 ekspor daging sapi ke daerah lain terus mengalami peningkatan, bahkan juga dalam bentuk daging beku (frozen).

“Potensi ekspor ini juga terbuka lebar ke Timor Leste dalam rangka kerja sama Selatan-Selatan. Untuk daging ayam sendiri, pemerintah akan membangun industri pakan berbasis bahan baku lokal dalam rangka mengembangkan industri ternak ayam,” jelas Dani.

Dari sisi ketersediaan beras, Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTT, Eko Pranoto menyatakan bahwa persediaan masih aman. Saat ini persediaan beras mencapai 30.000 ton untuk empat bulan ke depan, dan siap digunakan untuk kegiatan operasi pasar apabila harga beras naik. Sampai saat ini harga beras stabil dikisaran Rp 9.000-Rp 12.000 per kg. Harga beras tersebut juga didukung oleh ketersediaan pasokan terutama yang didatangkan dari Sulawesi

Di sektor perhubungan, GM PT. Angkasa Pura I (AP 1) Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih Riwahono menyatakan bahwa setiap maskapai telah menurunkan harga tiket pesawat sesuai dengan ketentuan tarif batas atas Menteri Perhubungan, untuk lebaran tahun ini, peningkatan penumpang diprediksi tidak sebesar tahun lalu. Dan untuk memastikan kegiatan mudik penumpang berjalan dengan lancar, PT AP 1 Bandara El Tari menyediakan posko mudik untuk menerima keluhan maupun saran dari penumpang.

Rapat tersebut juga dihadiri dua perwakilan maskapai penerbangan, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia, mereka menambahkan bahwa tarif angkutan udara yang berlaku saat ini masih ada dalam batas yang ditetapkan pada Keputusan Menhub No 106 Tahun 2019 yang ditandatangani 15 Mei lalu. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya, sehingga arus mudik yang menggunakan jasa penerbangan dapat berjalan denga baik. Sedangkan pada perhubungan laut, GM PT Pelindo III Kupang, Bahharudin menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk mengawal proses bongkar muat barang secara optimal dan memprioritaskan bongkar muat pada komoditas-komoditas bahan pangan penunjang inflasi serta siap beroperasi 24 jam selama tujuh hari sebagaimana disampaikan juga oleh Dinas Perhubungan.

Dari Pertamina, Pjs Marketing Branch Manager NTT PT Pertamina (Persero) Reggi Senjang menyampaikan bahwa telah dibentuk satgas pertamina secara nasional untuk memonitor kelancaran distribusi bahan bakar.

“Kondisi pasokan BBM di NTT hingga saat ini terpantau belum mengalami lonjakan harga. Hal ini juga disebabkan oleh beroperasinya beberapa SPBU satu harga yang telah beroperasi di delapan titik di Provinsi NTT,” tutur Reggi

Polda NTT juga menyatakan dukungan penuh terhadap operasional pengendalian inflasi melalui Satgas Pangan, dan diharapkan TPID dapat meningkatkan komunikasi kepada masyarakat untuk dapat menjaga ekspektasi masyarakat terhadap inflasi menjeling Hari Raya Idul Fitri.

Pada penutupan rapat, Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTT, Lery Rupidara menyampaikan, pihaknya optimistis bahwa inflasi pada periode Hari Raya Idul Fitri tahun ini masih terkendali, namun begitu sinergitas antar lembaga serta peningkatan produksi komoditas untuk pemenuhan kebutuhan lokal masih tetap harus ditingkatkan. (mg-21/E-1)