Jaksa Tahan Kades Pencabul Anak

berbagi di:
img-20190829-wa0037

Foto: Gusty Amsikan/VN

 

 

 

Gusty Amsikan

Penyidik Polres TTU, Nusa Tenggara Timur langsung menahan Kepala Desa Sunkaen, Siprianus Kolo, tersangka kasus pencabulan anak di TTU, Kamis (29/8).

Penahanan dilakukan setelah polisi melakukan pelimpahan proses hukum kepada jaksa. Penyidik Polres TTU selanjutnya siap melakukan penyelidikan terhadap kasus aborsi yang menyertai kasus pencabulan tersebut.

“Kasus ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan. Dengan demikian, proses hukum kasus ini di tingkat kepolisian telah selesai. Pelimpahan ini lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Kami tetap siap melakukan penyelidikan terkait kasus aborsi yang menyertai kasus pemerkosaan itu jika ada rekomendasi dalam proses pengadilan nanti,” jelas Penyidik PPA Polres TTU, Brigpol Arsi Kartiningsih ketika diwawancarai wartawan, Kamis (29/8).

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum ( Kasie Pidum) Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten TTU, Memed Rahmat Sugana mengatakan telah menerima penyerahan tahap dua kasus tersebut.

“Kami sudah menerima pelimpahan tahap dua kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Sunkaen, Siprianus Kolo. Tersangka sudah kami tahan dan akan segera kami proses untuk dilimpahkan ke pengadilan,”pungkasnya.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polres TTU, Iptu Ansel Pera mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus tersebut karena berpotensi adanya penambahan tersangka baru. Pasalnya, ada lebih dari satu orang yang ikut terlibat melakukan tindakan aborsi terhadap bayi hasil persetubuhan tersangka dengan korban yang masih di bawah umur. Dua pihak yang terlibat adalah istri tersangka dan dukun pelaku aborsi.

Meski demikian, istri tersangka belum bisa diperiksa sebagai tersangka karena belum ada bukti yang cukup. Dugaan keterlibatan istri tersangka dalam tindakan aborsi tersebut hanya diperoleh dari keterangan para saksi. Sementara dukun pelaku aborsi belum bisa dimintai keterangan dan ditahan lantaran saat ini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Klas IIB Atambua atas kasus serupa.(bev/ol)