Jalan Bundaran PU Bakal Ditutup Warga

berbagi di:
2b313d84-e77b-4208-85d3-88acbf5d989c

Para pengguna jalan harus berhadapan dengan genangan air hujan setiap hari. Foto; Yapi/VN

 

 

Yapi Manuleus

Ruas jalan Bundaran PU di Kelurahan TDM Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang hingga kini belum diperbaiki membuat warga sekitar berang.
Warga mengaku dalam waktu dekat bakal menutup sementara ruas jalan tersebut sampai ada kejelasan mengenai perbaikan ruas jalan itu.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan warga bersama Camat Oebobo serta Dinas PUPR Kota Kupang di Kantor Lurah TDM pada Jumat (19/2) pagi.

Dalam pertemuan tersebut Lurah TDM Imanuel Uly mengungkapkan bahwa semua RT/RW serta tokoh agama dan elemen lain di wilayah Kelurahan TDM sepakat untuk menutup dan memblokir ruas jalan tersebut jika pemerintah tidak secepatnya mengambil langkah untuk segera memperbaiki jalan itu.

Dia mengaku ruas jalan tersebut selama ini selalu menjadi prioritas utama setiap kali Musrenbang di tingkat Kelurahan namun tidak pernah terealisasi.

“Tidak pernah teralisasi sehingga rasa ketidakpuasan masyarakat. Semakin hari semakin rusak, makanya sering terjadi kecelakaan pengguna jalan. Sehingga masyarakat sekitar menjadi resah apalagi dengan musim hujan seperti ini, jadi banyak kali terjadi kecelakaan karena banyak pengguna jalan tidak membaca lubang yang digenagi air itu,” ujarnya.

Sementara Ketua LPM Kelurahan TDM Yoseph Budi Kleden dalam pertemuan tersebut menanyakan kepada Dinas PUPR Kota Kupang terkait  hasil koordinasi antara Dinas PUPR Kota Kupang dan Dinas PUPR Provinsi NTT.

“Pernah tidak ada koordinasi ke PU Provinsi mengenai jalan itu? Itu yang kami mau tanya. Jadi pertemuan kita hari ini harus dilaporkan juga. Karena kami sudah siap mau blokir jalan ini. Jadi kami minta bisa secepatnya diakomodir,” ujarnya.

Ketua RT06 Kelurahan TDM Bernad Kiki yang ikut menyampaikan pendapat dalam pertemuan tersebut mengaku hampir setiap hari selalu saja terjadi kecelakaan di ruas jalan itu. Sehingga langkah penutupan jalan itu semata-mata untuk dapat meredam kecelakaan yang hampir setiap saat akibatnya banyaknya lubang.

Dia berharap agar pemerintah bisa secepatnya memperbaiki ruas jalan itu agar tidak lagi membahayakan para pengguna jalan.

Camat Oebobo Max Maahury yang ikut dalam pertemuan tersebut mengaku setelah mendengar bahwa akan adanya penutupan jalan itu pihaknya langsung bergerak cepat untuk menghadiri pertemun itu, karena menyangkut kepentingan orang banyak.

Pihaknya juga mengaku sudah berkordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dalam hal ini bagian BinaMarga yang katanya dalam tahun ini jalan tersebut sudah akan dikerjakan dengan Pagu anggaran sebesar 12 Milair.

“Saya sudah telepon pak Kabid Bina Marga tadi jadi katanya dalam tahun ini sudah akan dikerjakan mulai dari jalan perintis kemerdekaan, Bundaran PU, HR.Koroh dan Amabi lengkap dengan Drainasenya itu anggarannya 12 Miliar,” ujar Camat Oebobo.

“Tadi katanya juga beliau tidak bisa hadir hari ini karena lagi dampingi Pak Gub ke Semau. Jadi minta untuk hari senin, jadi saya sudah minta bapa harus datang dan tidak boleh perwakilan,” tambahnya.

Sementara, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang Maxy Dethan yang hadir dalam pertemuan tersebut mengaku ruas jalan itu sudah disurvey berulang kali oleh Dinas PUPR Kota Kupang. Namun, katanya ruas jalan itu merupakan ruas jalan provinsi sehingga Dinas PUPR kota Kupang hanya sebatas memantau dan saling berkordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT.

Pihaknya juga meminta masyarakat agar bisa menahan diri dan tidak menutup ruas jalan tersebut karena bisa menghambat aktivitas orang banyak.

“Kita sudah survey ulang-ulang dan kemarin kita ada pasang jebakan air di bagian bawah itu tapi karena airnya sangat deras makanya tetap tergenang. Jalan itu juga kan merupakan jalan provinsi jadi kita hanya sebatas melaporkan saja. Karena contoh kita mau buat trotoar jalan di El Tari saja itu kita harus minta izin karena bukan jalan kota. Kita juga sudah kordinasi dengan PU Provinsi, jadi katanya dalam tahun ini jalan Bundaran PU sudah dikerjakan,” tambahnya.

Mengenai resapan air yang diperintahkan Wali Kota Kupang saat itu, pihaknya mengaku sudah membuat satu resapan air namun resapan yang lain masih harus berkordinasi dengan PUPR Provinsi NTT.

“Kita sudah buat satu resapan, dan selanjutnya akan buat sampai tujuh resapan disitu hanya kita harus kordinasi dulu dengan provinsi karena takutnya saat sudah perbaiki jalannya akan dihancurkan lagi dan jadinya kita buang-buang anggaran,” jelas Maxy. (bev/ol)