Jalan di Naioni Butuh Perbaikan

berbagi di:
foto-hal-06-metro-jalan-naioni-221019

Kondisi ruas jalan di wilayah Kelurahan Naioni, tepatnya di RT 08 dan RT 09 menuju RT 21 yang butuh perbaikan. Sebuah mobil melintasi ruas jalan dengan material yang berserakan ini. Gambar diabadikan kemarin. Foto: Yapi Manuleus/VN

 
Yapi Manuleus
Salah satu ruas jalan yang berada di wilayah RT 08/RW 03 dan RT 21 Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang membutuhkan perbaikan segera. Ruas jalan tersebut memprihatinkan. Lapisan tanah putih dengan material jalan yang sudah berserakan terlihat di sepanjang jalan. Di beberapa titik tampak jalan berlubang.

Pantauan VN di lokasi itu pada Senin (21/10), tampak ruas jalan menuju lokasi offroad yang berada di wilayah RT 08 itu sudah berlubang dan banyak kerikil pecah yang berada di sepanjang jalan itu sehingga para pengendara, terutama pengendara sepeda motor, yang melewatinya terlihat ekstra hati-hati.

Jalan hotmix hanya terlihat dari arah jalan masuk Jalur 40 melewati wilayah Kelurahan Fatukoa hingga Puskesmas Naioni. Namun setelah itu tidak lagi ada jalam hotmix. Hanya terdapat jalan Lapen yang sudah belubang dan tidak ada tanda perbaikan sampai sekarang.
Padahal, ruas jalan itu sering dilalui, terutama ketika ada kontes sapi tingkat Provinsi NTT, maupun aksi lomba Offroad yang mana peserta maupun pengunjung harus melintas ruas jalan ini menuju lokasi kegiatan.

Warga sekitar sangat berharap agar pemerintah segera memperbaiki ruas jalan tersebut guna memperlancar mereka ketika hendak ke pasar maupun ke tempat lain yang ada di Kota Kupang maupun ke tempat lainnya.

“Selama ini memang kita di sini sudah ada jalan hotmix tapi itu dari arah Kupang datang lewat sedikit dari kantor lurah dan Puskesmas. Setelah itu jalan mulau rusak. Padahal kami di sini juga kampung besar yang seharusnya dilayani dengan jalan raya yang baik,” ucap Okto, warga RT 21 Kelurahan Naioni.

Handi, salah satu warga setempat yang ikut diwawancarai VN di lokasi itu pun mengatakan, Pemkot seharusnya bersikap adil dalam mendistribusikan pembangunan. Warga setempat sama haknya dengan warga di pusat perkotaan.

“Jangan karena kami di pinggiran jadi pura-pura tidak tahu. Kami ini juga warga Kota Kupang yang punya hak yang sama dengan warga yang ada di pusat kota sana,” tegasnya.

Menurut dia, belum lama ini aparat Pemkot bersama sejumlah pejabat berkunjung ke sana mengikuti kontes sapi. Rombongan pejabat
melintasi jalan yang rusak itu.

“Semoga mereka tergerak hati untuk alokasikan dana supaya perbaiki jalan ini. Biar lapen saja juga baik, asal jangan rusak berlubang seperti sekarang ini,” pungkas Handi.

Naioni berbatasan wilayah dengan Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ada ruas jalan yang menghubungi kedua wilayah namun kondisi jalan sangat memprihatinkan. Tampak jalan tersenbut pernah diaspal namun lapisan aspal nyaris tak ada sisanya lagi. Sepanjang jalan tampak banyak potensi pertanian dan perkebunan. (mg-25/D-1)