Jangan Ulangi Kegagalan yang Sama

berbagi di:
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melantik pejabat eselon II lingkup Pemprov NTT, kemarin.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melantik pejabat eselon II lingkup Pemprov NTT, kemarin. Foto:nahor fatbanu

 

 
Rafael L Pura

APARATUR Sipil Negara (ASN) perlu membuat gebrakan besar untuk mengatasi berbagai permasalahan di Provinsi NTT. Para ASN diminta bekerja di luar kebiasaan (out of the box), membuat lompatan-lompatan besar dalam mewujudkan NTT bangkit menuju masyarakat sejahtera.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan itu saat pelantikan 16 pejabat eselon II lingkup Pemrov NTT. Ke-16 pejabat eselon itu dilantik Wagub NTT, Josef Nae Soi (JNS) di aula Fernandes, Senin (3/7). Dari 16 pejabat itu, 10 di antaranya pejabat baru dan enam lainnya dikukuhkan.

Dilantiknya para pejabat itu, sebut VBL, menjadi bagian dari percepatan-percepatan agar terjadi perubahan sesuai target yang telah ditetapkan. Posisi jabatan itu akan dievaluasi setiap tahun.

Ditegaskan VBL bahwa dunia saat ini membutuhakan percepatan-percepatan di tengah perubahan yang dinamis. Para pejabat yang dilantik diminta beradaptasi untuk menjawabi perubahan tersebut agar kerja pelayanan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Masyarakat sekarang membutuhkan pelayanan publik yang baik, para pimpinan harus mampu beradaptasi, tidak bisa kalau dilakukan dengan kerja-kerja biasa, harus bekerja di luar kebiasaan untuk percepatan di segala bidang pembangunan. Mustahil, jika kerja biasa-biasa saja lalu melayani hal-hal yang luar biasa,” kata VBL.

Diingatkannya bahwa ASN adalah aset utama dalam menopang kerja-kerja pembangunan. Para ASN adalah penggerak utama kerja-kerja pemerintahan. Kegagalan perencanaan, cara berpikir dan bertindak dari birokrasi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan dalam setiap bidang pembangaun.

“Sehebat apapun pemimpinnya kalau tidak ditopang oleh kerja ASN sebagai pelaksana kebijakan maka pembangunan tidak akan berjalan. Begitupun, jika ASN tidak beradaptasi dan berinovasi, setiap pelaksanaan kebijakan dipastikan gagal. Tim yang solid sangat penting dalam menunjang kerja-kerja ke depan,” jelasnya.

“Kita tidak butuh superman. Yang kita butuh adalah super tim. Catatan sejarah di mana-mana, di belahan dunia manapun, membuktikannya, bahwa perubahan-perubahan besar digerakkan oleh tim yang solid. Tim yang penuh dengan inovasi, kreasi, dan militan,” tegasnya.

Ia meminta para pejabat agar tak mengulangi kegagalan yang sama. Contohnya permasalahan benih. Menurut dia, sejak provinsi ini berdiri, masalah benih selalu berulang atau tidak bisa diselesaikan. Hal ini membuktikan para ASN dan para pemimpinnya sebagai orang bodoh.

“Juga demam berdarah yang kita hadapi setiap tahun tepi tak bisa juga mengatasinya. Kegagalan-kegagalan itu diulangi terus menerus. Ini namanya pemimpin bodoh, wakil gubernurnya bodoh dan pejabat-pejabat bodoh,” katanya.

Untuk itulah, dibutuhkan kerja solid sampai tingkatan terbawah. Para pejabat yang baru dilantik itu, diharapkan mengotimalkan segala sumber daya yang ada dalam rencana kerja masing-masing guna membuat lompatan besar untuk perubahan NTT.

 

Hasil Uji Kompetensi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT dalam laporannya menyampaikan, pemberhentian dan pengangkatan pejabat tinggi itu dalam rangka mewujudkan unsur birokrasi yang mendukung misi NTT bangkit, menuju masyarakat sejahtera dalam bingkai NKRI.

Para pejabat yang dilantik itu merupakan hasil dari uji kompotensi tahun 2020.

Pemberhentian, pengangkatan dan pengukuhan itu, sebut dia, juga telah mempertimbangkan kualifikasi, kompotensi, rekam jejak PNS dan telah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). (D-1/ol)